Melesat dalam Sepakan, Simak Target Harga Saham dan Proyeksi Kinerja Telkom (TLKM) Berikut
JAKARTA, investortrust.id – Target laba bersih PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) direivisi turun sebesar 11,2–12,5% sepanjang 2025-2027 dipicu atas pertumbuhan semester I-2025 lebih lambat dari perkiraan. Meski demikian perseoran diprediksi mulai pulih memasuki paruh kedua 2025.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TLKM berhasil catatkan penguatan sebanyak 12,75% menjadi Rp 3.370 dalam lima hari terakhir hingga perdagan intraday hari ini. Tak hanya itu, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 387,33 miliar dalam kurun waktu sama.
Baca Juga
Saham Bank Digital kembali Bergeliat Dipimpin BBHI dan BBYB, Ternyata Labanya Begini
Analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan mengatakan, Telkom (TLKM) diprediksi mencatatkan pemulihan yield mobile pada paruh kedua tahun ini, seiring perbaikan harga dan penyederhanaan produk. Kenaikan yield juga didukung ekspektasi starter pack lama diperkirakan terserap hingga Juni 2025, jumlah SKU dipangkas dari 6.000 menjadi sekitar 400 (target menjadi 200), dan bonus kuota dirasionalisasi.
Meski begitu, rata-rata pendapatan per pegungguna (Average Revenue Per User/ARPU) mobile tahun ini diprediksi turun 3% yoy akibat pelemahan 7,5% yoy pada semester I-2025 dan kontribusi bisnis legacy yang masih lanjutkan penurunan terhadap pendapatan mobile. Pendapatan mobile 2025 diperkirakan terkoreksi 3% yoy setelah mempertimbangkan rebound pendapatan data 4,6% yoy pada semester II-2025.
Sedangkan segmen fixed broadband, ARPU IndiHome diperkirakan turun menjadi Rp 217.000 (-3,1% qoq, -9,6% yoy) akibat migrasi dari paket 3P ke 1P internet dan penetrasi EZNet. TLKM telah menaikkan harga paket entry EZNet dari Rp 150.000 (10 Mbps) menjadi Rp 170.000 (20 Mbps) dan meluncurkan paket 150–200 Mbps dengan bundling Phone/IPTV yang disederhanakan.
Baca Juga
Selain faktor tersebut, pergerakan harga saham TLKM didukung rencana monetisasi aset serat optik senilai Rp 150 triliun melalui rencana pengalihan lebih dari 50% aset pada akhir 2025 dan tuntas seluruhnya pada semester II-2026. Hal ini diharapkan menarik minat operator, korporasi, dan hyperscaler, milik perseroan.
Terkait kinerja keuangan, BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun target laba bersih menjadi Rp 20,88 triliun tahun ini, dibandingkan perkiraan semula Rp 23,64 triliun. Begitu juga dengan proyeksi pendapatan direvisi turun dari Rp 149,96 triliun menjadi Rp 145,55 triliun. Hingga semester I-2025, TLKM raih pendapatan Rp 73 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 10,97 triliun.
Meski proyeksi kinerja keuangan tahun ini direvisi turun, BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 3.500 untuk saham TLKM. Target ini merefleksikan kenaikan target EV/EBITDA lima tahun, dipadukan dengan DCF, seiring potensi re-rating industri pada semester II-2025.

