Saham Bank Digital kembali Bergeliat Dipimpin BBHI dan BBYB, Ternyata Labanya Begini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten bank digital mulai merangkak naik dengan penguatan paling pesat dicatatkan saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) sepanjang tahun berjalan atau year to date (ytd). Sebaliknya saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) satu-satunya saham bank digital yang masih mencatatkan penurunan harga ytd.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang ytd, saham BBHI berhasil melambung sebanyak 112,08% menjadi Rp 1.580 dan disusul saham BBYB dengan kenaikan mencapai 57,14% menjadi Rp 352.
Baca Juga
Target Harga Saham dan Kinerja Keuangan Bank Jago (ARTO) Dipangkas Saat Laba Melesat, Ada Apa?
Selanjutnya saham PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) berhasil menguat sebanyak 9,57% menjadi Rp 252, saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) naik 7,33% menjadi Rp 4.390, dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) menguat sebanyak 4,35% menjadi Rp 840.
Sebaliknya saham ARTO masih terjerembab sebanyak 9,47% menjadi Rp 2.200 pada penutupan perdagangan kemarin, dibandingkan penutupan akhir tahun lalu Rp 2.430. Hanya saham dalam sepekan terakhir, saham ARTO mulai menunjukkan kenaikan harga pesat lebih dari 17%.
Meskipun hampir seluruh saham bank digital mencatatkan kenaikan sepanjang ytd, harga penutupan terakhir seluruh saham tersebutmasih jauh dari level tertinggi yang pernah di capai pada awal tahun 2022.
Kenaikan harga sejumlah saham bank digital ini juga sejalan dengan penguatan pesat kinerja keuangan sepanjang semester I-2025. Di antaranya, BBHI berhasil membukukan kenaikan laba bersih dari Rp 200,59 miliar menjadi Rp 227,07 miliar. BBYB berhasil membalikkan rugi bersih Rp 6,15 miliar pada semester I-2024 menjadi laba bersih Rp 276,04 miliar pada semester I-2025.
Baca Juga
Allo Bank (BBHI) Cetak Laba Bersih Rp 113 Miliar di Kuartal I-2025, Naik 2%
Begitu juga dengan AGRO berhasil membukukan kenaikan pesat laba tahun berjalan menjadi Rp 32,93 miliar pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 20,05 miliar. BANK juga berhasil membalikkan rugi bersih Rp 57,57 miliar pada semester I-2024 menjadi Rp laba bersih Rp 83,12 miliar pada semester I-2025.
Penguatan laba bersih tahun berjalan yang pesat dicatatkan ARTO dari Rp 49,96 miliar menjadi Rp 127,06 miliar hingga Juni 2025. Sebaliknya BINA justru catatkan penurunan laba bersih tahun berjalan dari Rp 68,88 miliar menjadi Rp 24,69 miliar.

