IHSG Sesi I Ditutup Melesat 0,93% dan Capai ATH 7.973, Level 8.000 bakal Tercapai di Sesi II?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (14/8/2025), ditutup melesat hingga rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) setelah menguat 73,07 poin (0,93%) menjadi 7.965,98. Bahkan, target IHSG level 8.000 sebelum perayaan HUT RI ke-80 optimistis tercapai hari ini.
Pergerakan IHSG sepanjang sesi I dalam rentang 7.892 hingga tertinggi 7.973 dengan nilai transaksi Rp 8,23 triliun. Saham yang menjadi penyumbang utama kenaikan IHSG datang dari PT DCI Indonesia Tbk (DCII) setelah berhasil melesat 10% menjadi Rp 336.675. Sebagaimana diketahui DCII merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar ketiga bernilai Rp 802,29 triliun di BEI.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Sentuh 8.000 Besok, Ini Daftar Saham yang Layak Dilirk
Sedangkan sektor saham penyumbang kenaikan indeks sesi I, yaitu saham sektor teknologi 3,78%, sektor kesehatan 1,22%, sektor energi 0,87%, sektor konsumer non primer 0,80%, sektor material dasar 0,23%, sektor infrastruktur 0,28%, dan sektor keuangan 0,11%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor properti dan industri.
Di tengah lompatan tersebut, dua saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) sebanyak 33,93% menjadi Rp 75 dan PT Pakuan Tbk (UANG) melesat 24,71% menjadi Rp 424. Kenaikan juga melanda saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) naik 21,28% menjadi Rp 3.590, PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) naik 22,89% menjadi Rp 102, dan PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) naik 20% menjadi Rp 9.900.
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham NTBK sebanyak 14,93% menjadi Rp 57, GRPH anjlok 13,33% menjadi Rp 78, BELL melemah 12,89% menjadi Rp 61, POLU turun 9,76% menjadi Rp 6.475, INPS turun 8,85% menjadi Rp 103, dan PNSE melemah 7,43% menjadi Rp 810.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 101,21 poin (1,30%) menjadi 7892,91 dengan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 1,48 triliun oleh investor asing. Net buy terbanyak melanda saham TLKM Rp 724,20 miliar, BBRI Rp 405,78 miliar, dan BBCA Rp 278,75 miliar.
Kenaikan indeks kemarin ditopang lompatan mayoritas sektor saham, seperti sektor teknologi 3,98% didukung lompatan harga saham DCII, sektor properti 1,49%, sektor konsumer primer naik 1,12%. Sejumlah saham cetak ARA, yaitu BELL naik 34,62% menjadi Rp 70, GRPH naik 34,33% menjadi Rp 90, SLIS naik 33,93% menjadi Rp 75, NTBK naik 34% menjadi Rp 67, dan KAQI naik 32% menjadi Rp 65.

