BRI Danareksa Sekuritas Revisi Naik Target IHSG ke 7.960, Lima Saham Dipimpin BBCA Pilihan Teratas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi 7.960 sampai akhir tahun, dibandingkan perkiraan semula 7.850. Sedangkan saham pilihan sepanjang semester II tahun ini terdiri atas saham ISAT, TLKM, BBCA, CTRA, dan BRMS.
Sedangkan faktor utama penopang IHSG sebanyak 6,4% terhitung sejak awal tahun hingga kemarin ditopang reli saham-saham emiten konglomerasi dan saham dengan likuiditas rendah. Sebaliknya saham emiten berbasis fundamental masih cenderung tertinggal, bahkan masih di bawah harga akhir tahun lalu.
Baca Juga
IHSG Sesi I Melesat 1,84% Dipimpin Saham Big Cap, Target 8.000 kian Dekat
Analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Erindra Krisnawan mengatakan, ekspektasi kenaikan IHSG tersebut didasarkan proyeksi laba agregat emiten mengalami kenaikan pada paruh kedua 2025. Penguatan didorong ekspektasi perbaikan likuiditas dana dan prospek percepatan belanja pemerintah. “Hal ini mendorong kami untuk merevisi naik target IHSG menjadi 7.960. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 5% dari posisi saat ini,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas
Terkait target agregat laba emiten pada semester II-2025, BRI Danreksa Sekuritas mengatakan, diprediksi berbalik naik menjadi sektiar 5-6% yoy ditopang basis rendah pada periode yang sama tahun lalu (-0,6% yoy). Kenaikan juga didukung proyeksi makro yang lebih kondusif diikuti dengan peluang pelonggaran likuiditas, percepatan belanja pemerintah yang diproyeksikan tumbuh 8,6% yoy, serta pelaksanaan program prioritas pemerintah, seperti MBG. Konsistensi eksekusi kebijakan dan penyaluran fiskal tepat waktu dinilai menjadi katalis utama bagi sentimen positif pasar.
Proyeksi kenaikan tersebut berbanding terbalik dengan laba agregat emiten yang tercatat di BEI sepanjang semester I-2025 mengalami penurunan sebanyak 6% secara tahunan (yoy). Penurunan ini terseret saham emiten sektor perbankan dengan koreksi sebanyak 2% pada semester I-2025, telekomunikasi tertekan 9% yoy, dan konsumer terkoreksi 8% yoy. Akibatnya, proyeksi pertumbuhan laba bersih emiten tahun ini direvisi turun menjadi 2,6% dari sebelumnya 3,7% yoy.
Baca Juga
Di tengah peluang rebound laba agreagat emiten dan IHSG semester II tahun ini, BRI Danareksa Sekuritas menetapkan, sektor saham telko, bank, dan logam menjadi pilihan teratas. “Sektor telekomunikasi diuntungkan atas perbaikan harga layanan dan kompetisi yang lebih rasional, perbankan didukung perkiraan perbaikan likuiditas dan valuasi saham yang sangat atraktif di 2 kali PBV, dan sektor logam dan pertambangan logam terdorong sentimen positif yang datang dari katalis spesifik perusahaan,” tulisnya.
Di tengah peluang kebangkitan IHSG tersebut, BRI Danareksa Sekuritas menetapkan lima saham berikut sebagai pilihan teratas. Saham PT Indosat Tbk (ISAT) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.600, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.600, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) direkomendasikan beli dengan target harga Rp Rp 11.900, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.600, dan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 480.

