BRI Danareksa Sekuritas Revisi Naik Target Kinerja dan Saham Timah (TINS)
JAKARTA, investortrust.id – Target kinerja keuangan dan saham PT Timah Tbk (TINS) direvisi naik, seiring dengan lompatan kinerja keuangan hingga kuartal III-2024 telah melampaui estimasi. Revisi naik juga menggambarkan tingginya rata-rata harga jual timah bersamaan berlanjutnya efisiensi.
Timah (TINS) membukukan laba bersih senilai Rp 909 miliar hingga kuartal III-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi bersih Rp 87 miliar. Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan sebanyak 29,4% dari Rp 6,37 triliun menjadi Rp 8,25 triliun.
Baca Juga
Laju Penguatan Saham Timah (TINS) Tak Terbendung Didukung Sejumlah Faktor, Harga Bisa ke Level Ini
Realisasi laba bersih tersebut setara dengan 105% dari target yang ditetapkan BRI Danareksa Sekuritas. Angka tersebut juga merefleksikan 78,8% dari target laba bersih consensus analis.
Analis BRI Danareksa Sekurtias Timothy Wijaya mengatakan, keberhasilan TINS membukukan lompatan laba bersih tersebut ditopang atas kenaikan rata-rata harga jual timah global bersamaan dengan penurunan biaya. “Berlanjutnya efisiensi COGS menjadi factor utama peningkatakan kinerja keuangan hingga kuartal III-2024. Terjadi penurunan COGS sebanyak 8% dari kuartal sebelumnya,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (6/11/2024).
Estimasi Kinerja Keuangan
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan bahwa pertumbuhan kinerja keuangan tersebut diharapkan terus berlanjut, seiring dengan ekspektasi berlanjutnya kenaikan harga komoditas timah global yang sudah mencapai US$ 30 ribu per ton sejak kuartal II-2024.
Didukung pesatnya pertumbuhan kinerja keuangan hingga September 2024, BRI Danareksa Sekuritas memilih untuk merevisi naik target kinerja keuangan TINS tahun ini. Proyeksi laba bersih direvisi naik dari Rp 866 miliar menjadi Rp 1,38 triliun. Sedangkan target pendapatan perseroan direvisi turun turun dari Rp 11,55 triliun menjadi Rp 11,31 triliun.
Baca Juga
Laju Penguatan Saham Timah (TINS) Tak Terbendung Didukung Sejumlah Faktor, Harga Bisa ke Level Ini
Perkiraan kinerja keuangan tersebut menggambarkan asumsi rata-rata harga jual US$ 30 ribu per ton. Sedangkan cash cost berkisar US$ 17.250 per wmt, cash margin US$ 12.750 per ton, dan produksi sebanyak 20 ribu mt.
Revisi naik target kinerja keuangan tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham TINS dari Rp 1.200 menjadi Rp 2.300 dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE sekitar 5,8 kali tahun 2025.
Grafik TINS

