IHSG Sesi I Melesat 1,84% Dipimpin Saham Big Cap, Target 8.000 kian Dekat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (12/8/2025), ditutup melesat sebanyak 139,8 poin (1,84%) menjadi 7.745,72. Rentang pergerakan 7.605-7.758 dengan nilai transaksi Rp 9,97 triliun. Lompatan didukung penguatan mayoritas sektor saham, khususnya saham big cap.
Penyumbang utama kenaikan tersebut berasal dari penguatan saham DCII sebanyak 9,99% menjadi Rp 278.250, BREN naik 2,29% menjadi Rp 8.950, BBCA naik 2,63% menjadi Rp 8.775, BMRI naik 3,60% menjadi Rp 4.890, BBRI naik 3,94% menjadi Rp 3.960, dan BBNI melesat 4,76% menjadi Rp 4.400. Penguatan juga didukung kenaikan sejumlah saham emiten Sinarmas, seperti DSSA, INKP, dan TKIM.
Baca Juga
Pasca-Merger, XLSmart (EXCL) Tetapkan Susunan Direksi Baru di RUPSLB
Sektor penyumbang utama kenaikan tersebut adalah sektor teknologi dengan penguatan 5,20%. Disusup saham sektor keuangan 2,72%, industru melesat 4,44%, infrastruktur naik 0,73%, konsumer primer naik 0,62%, dan konsumer non primer naik 0,62%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor properti, transportasi, dan material dasar.
Di tengah lompatan tersebut, empat saham berikut cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT PP Presisi Tbk (PPRE) naik 34,18% menjadi Rp 106, PT Impack Pratama Tbk (IMPC) naik 25% menjadi Rp 825, dan PT Pakuan Tbk (UANG) naik 24,77% menjadi Rp 272. ARA juga melanda saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) sebanyak 19,96% menjadi Rp 61.900
Saham PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) juga melesat sebanyak 21,01% menjadi Rp 167. Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda DEFI turun 9,92% menjadi Rp 1.090, CTBN melemah 9,92% menjadi Rp 5.450, TIFA turun 9,29% menjadi Rp 410, FIMP melemah 9,21% menjadi Rp 69, dan BEEF melemah 8,82% menjadi Rp 62.
Baca Juga
PLTS dan Panas Bumi Dorong Bisnis Pertamina NRE Menggurita, Produksi Listrik 4,23 Juta MWh
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 72,54 poin (0,96%) menjadi 7.605 dengan nilai transaksi Rp 14,17 triliun. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 849,84 miliar terbanyak melanda saham BBCA Rp 425,11 miliar, BBRI Rp 234,57 miliar, dan FILM senilai Rp 117,25 miliar.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan dua saham big cap yang dikendalikan dua konglomereasi. Pertama, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat 10,06% menjadi Rp 8.750 dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguat sebanyak 7,21% menjadi Rp 84.200. Sebaliknya tekanan datang dari saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) setelah jatuh sebanyak 10%.
Di tengah lompatan indeks tersebut, empat saham cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham CHEM naik 34,62% menjadi Rp 105, PPRE naik 33,90% menjadi Rp 79, BRNA naik 24,63% menjadi Rp 835, dan MLPT naik 20% menjadi Rp 51.600.

