Trump Batalkan Tarif Emas Swiss, Pasar Tarik Napas Lega
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa emas tidak akan dikenakan tarif, membatalkan keputusan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS yang sebelumnya menetapkan bea atas impor emas batangan dari Swiss sebesar 39%.
Keputusan itu diumumkan Trump pada Senin (11/8/2025) melalui unggahan di platform media sosial Truth Social. “Emas tidak akan dikenakan tarif!” tulis Trump dilansir CNBC.
Pernyataan ini langsung memicu respons di pasar. Harga emas berjangka ditutup melemah 2,48% menjadi US$ 3.404,70 per ons setelah pengumuman tersebut.
Baca Juga
Langkah ini membatalkan kebijakan sebelumnya yang menetapkan tarif sebesar 39% untuk emas batangan cor seberat 1 kilogram dan 100 ons yang diimpor dari Swiss. Kebijakan itu semula merupakan bagian dari paket tarif timbal balik terhadap berbagai mitra dagang AS yang diberlakukan pada 7 Agustus 2025.
Tarif yang dibekukan
Menurut putusan Bea Cukai sebelumnya Jumat (8//8/2025), tarif tidak hanya berlaku untuk emas dari Swiss, tetapi juga dari negara lain yang mengekspor jenis batangan tersebut ke AS. Aturan ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri logam mulia.
Tak lama setelah putusan Bea Cukai AS akhir pekan lalu, logam mulia mencapai rekor tertinggi pada Jumat.
Asosiasi Logam Mulia Swiss bahkan memperingatkan potensi gangguan terhadap arus perdagangan emas global jika kebijakan itu dilanjutkan.
Emas batangan yang dimaksud umumnya digunakan untuk mendukung kontrak di Bursa Komoditas (COMEX), pasar berjangka utama untuk emas, perak, dan logam mulia lainnya. Penetapan tarif dianggap berisiko menurunkan likuiditas pasar dan mengubah pola distribusi emas secara internasional.
Baca Juga
Inovasi Emas Pegadaian Buahkan Hasil, Layanan Bank Emas Cetak Kinerja Gemilang
Keputusan Trump untuk membatalkan tarif emas ini dinilai sebagai upaya menenangkan pasar komoditas di tengah gejolak harga. Pelaku pasar melihatnya sebagai sinyal bahwa AS tidak ingin mengganggu stabilitas pasokan emas fisik, yang memiliki peran strategis dalam perdagangan global maupun cadangan devisa berbagai negara.
Namun, pengamat memperkirakan kebijakan perdagangan AS akan tetap volatil dalam jangka pendek, mengingat Trump masih memberlakukan tarif timbal balik pada puluhan komoditas lain dari berbagai negara. Hal ini berarti ketegangan dagang tetap menjadi faktor risiko bagi pelaku pasar internasional.

