Mirae Asset Sekuritas Revisi Naik Target IHSG 2024, Sebanyak 10 Saham Ini Pilihan Teratas
JAKARTA, investortrust.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (Mirae Asset) merevisi naik target indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir tahun dari semula 7.585 menjadi 7.915.
Dalam pemberitaan investortrust.id sebelumnya, Mirae Asset memproyeksikan IHSG menembus ke level 7.585 hingga akhir tahun, seiring dengan penyesuaian suku bunga acuan oleh pelaku bisnis dan emiten.
Head of Research/Chief Economist Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto mengatakan, revisi naik target IHSG tahun ini mempertimbangkan derasnya aliran dana asing masuk dan peluang besar kebijakan pemotongan suku bunga.
Baca Juga
Sentimen positif tersebut, terang dia, telah mulai merembet ke pasar saham domestic dengan kenaikan IHSG ke level tertinggi baru pada Agustus. Bahkan, IHSG berhasil torehkan penguatan sebanyak 5,7% menjadi 7.670,7 terhitung sejak awal tahun hingga hari ini.
“Momentum positif ini didorong oleh faktor-faktor global, terutama ekspektasi The Fed pemotongan suku bunga 25 bps pada pertemuan FOMC pada September ini,” kata Rully dalam catatan risetnya, Senin (2/9/2024).
Saat ini pasar, terang dia, sedang mengantisipasi penurunan The Fed secara agresif tahun ini, bahkan pemangkasan berpotensi hingga 75 bps atau lebih dalam tiga pertemuan FOMC sampai penghujung tahun ini.
Baca Juga
Waspada Potensi Pullback IHSG, tapi Saham 4 Bank Besar Diyakini Masih Bertenaga Pekan Ini
“Meski demikian, kami melihat risiko besar yang dapat memicu peningkatan volatilitas jangka pendek, termasuk pengumuman kabinet Prabowo pada Oktober mendatang, serta pemilihan regional simultan di Indonesia dan pemilihan presiden AS, keduanya dijadwalkan pada bulan November,” terang dia.
Namun demikian, Rully mengatakan, penyesuaian pasar dapat terjadi, jika Fed tidak memotong suku bunga secara agresif seperti proyeksi semula.
Terkait nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS), Mirae Asset Sekuritas juga memangkas menjadi Rp 15.415 sampai akhir tahun, dibandingkan proyeksi semula Rp 15.825. “Sedangkan target Rupiah tahun depan menjadi Rp 15.015 dari sebelumnya Rp 15.650. Tingkat suku bunga BI diperkirakan mencapai 5,75% dengan asumsi Rupiah yang lebih stabil tahun ini dan tahun depan,” jelas Rully.
Baca Juga
PIK2 (PANI) Ungkap Peluang Marketing Sales Terlampaui hingga Investasi di IKN
Selain itu, melihat tren baru-baru ini untuk menstabilkan inflasi yang tidak stabil, Mirae Asset telah menurunkan perkiraan inflasi CPI untuk tahun ini menjadi 2,0% dibandingkan dengan ekspektasi kami sebelumnya sebesar 2,8%. “Kami percaya masih ada ruang bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikan didorong oleh arus masuk asing yang kuat dan pemotongan suku bunga kebijakan,” ujar Rully
Mirae Asset mempertahankan pilihan saham saat ini, karena mengantisipasi beberapa factor, termasuk arus masuk modal asing yang kuat dan tingkat kebijakan yang lebih rendah akan berdampak positif pada sektor-sektor seperti perbankan, barang konsumen non-siklus, barang konsumen siklus, farmasi, industri, dan telekomunikasi. Sedangkan top picks Mirae Asset Sekuritas terdiri atas saham BMRI, BBRI, and BBCA, ICBP, MYOR, ACES, MAPI, SIDO, ASII, dan TLKM.
Grafik IHSG

