Tertinggi Sepanjang Masa, Laba Chandra Asri (TPIA) Capai Rp 26 Triliun di Semester I-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencetak kinerja keuangan impresif pada paruh pertama 2025 setelah berhasil membalikkan rugi bersih menjadi laba bersih tertinggi sepanjang sejarah perseroan senilai US$ 1,6 miliar atau berkisar Rp 26 triliun. Kontributor utama pencapaian ini adalah adanya bargain purchase accounting dari akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (Aster) dari Shell yang rampung pada 1 April 2025.
Chief Financial Officer dan Direktur TPIA Andre Khor, menjelaskan bahwa aksi korporasi tersebut menjadi tonggak strategis dalam memperkuat struktur keuangan dan ekspansi regional Chandra Asri Group. “Akuisisi ini memperluas kehadiran kami di sektor kimia, energi, dan infrastruktur, sekaligus memperkuat daya saing industri Indonesia,” ujar Khor dalam penjelasan resminya di BEI, Kamis (31/7/2025).
Baca Juga
Tumbuh Luar Biasa, BRPT Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah Rp 28,39 Triliun di Semester I-2025
Selain akuisisi Aster, TPIA meraih kesuksesan lewat penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham anak usaha infrastruktur, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), pada 9 Juli 2025. IPO saham CDIA yang mencatat oversubscription 15 kali dari target awal Rp 2,37 triliun. “Kami melihat ini sebagai bentuk kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang CDIA, yang fokus pada empat pilar utama: energi, air, logistik, dan penyimpanan,” tambah Khor.
Dalam bidang pembiayaan berkelanjutan, Chandra Asri Group juga sukses mencapai target kinerja sustainability-linked loan, yang memberikan pengurangan margin pinjaman dan menurunkan biaya pendanaan. Capaian ini mempertegas komitmen TPIA terhadap transisi menuju ekonomi rendah karbon dan pengurangan emisi gas rumah kaca. “Kami bangga dapat menunjukkan bahwa strategi pertumbuhan dan konsolidasi kami menghasilkan kinerja solid, didukung oleh tata kelola sustainability yang kuat,” tutup Khor.
Dengan kinerja keuangan dan aksi korporasi yang solid, emiten yang dikendalikan orang terkaya Indonesia, Prajogo Pangestu, ini (TPIA) memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri petrokimia dan mitra strategis dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Baca Juga
Bos BRI (BBRI) Sebut Laba Perseroan Justru Positif di Semester I, Ini Alasannya
Perseroan juga berhasil mencatatkan lompatan pendapatan bersih sebanyak 237,7% dari US$ 866,5 juta pada semester I-2024 menjadi US$ 2,92 miliar. Pendapatan disumbangkan segmen bisnis kilang US$ 1,07 miliar, kimia senilai US$ 1,79 miliar, dan infrastruktur US$ 62,9 juta.
Perseroan juga berhasil mencadtatkan EBITDA disesuaikan dari US$ 17,9 juta menjadi US$ 1,76 miliar pada semester I-2025. Total aset juga melambung sebanyak 83,5% dari US$ 5,65 miliar menjadi US$ 10,38 miliar. Ekuitas naik dari US$ 2,92 miliar menjadi US$ 4,87 miliar.

