Chandra Asri (TPIA) Pacu Hilirisasi, Pembangunan Pabrik CA-EDC di Cilegon Capai 33%
JAKARTA, investortrust.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengungkap progres pembangunan Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten, telah mencapai 33%. Pembangunan pabrik yang dikelola anak usaha PT Chandra Asri Alkali (CAA) ini ditargetkan tuntas sesuai ekspektasi.
“Kami memastikan pembangunan Pabrik CA-EDC berjalan sesuai rencana untuk mendorong kemandirian industri kimia Indonesia. Pencapaian tahap awal konstruksi ini menjadi landasan penting sekaligus menegaskan komitmen kami dalam mendukung program hilirisiasi nasional," ujar Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa, (9/9/2025).
Dengan hadirnya Pabrik CA-EDC ini, dia berharap, dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar Asia Tenggara serta menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.
Baca Juga
Tertinggi Sepanjang Masa, Laba Chandra Asri (TPIA) Capai Rp 26 Triliun di Semester I-2025
Terkait progress pembangunan pabrik, dia mengatakan, sudah memasuki perataan lahan, pemadatan tanah, serta persiapan Konstruksi fasilitas jetty yang akan mendukung kelancaran distribusi produk, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun kawasan Asia Tenggara.
Seluruh tahapan tersebut merupakan fondasi penting bagi kelanjutan pembangunan pabrik. Selanjutnya, pembangunan akan berlanjut ke tahap fondasi, struktur bangunan, serta instalasi peralatan dan jaringan pendukung.
Proyek ini memasuki fase pertama yang mencakup pembangunan pabrik dengan kapasitas produksi 400.000 ton soda kaustik padat per tahun (setara dengan 827.000 ton dalam bentuk cair) serta 500.000 ton Ethylene Dichloride. Kehadiran Pabrik CA-EDC diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedua bahan kimia strategis tersebut, mendorong kemandirian industri, serta memperkuat hilirisasi nasional.
Fase kedua akan difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi Chlor Alkali serta pengembangan produk turunan berbasis klorin. Saat ini, studi kelayakan sedang dilakukan untuk mengevaluasi potensi hilirisasi yang dapat menciptakan nilai tambah lebih besar, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat rantai nilai industri kimia di dalam negeri.
Baca Juga
Temui Pimpinan DPR, Serikat Ojol Dorong Perpres Perlindungan Pekerja Transportasi Online
Dari sisi ekonomi, produksi ethylene dichloride ditargetkan untuk pasar ekspor dengan potensi menghasilkan devisa hingga Rp 5 triliun per tahun. Selain itu, substitusi impor soda kaustik diproyeksikan mampu untuk menghemat devisi hingga Rp 4,9 triliun per tahun.
Pabrik CA-EDC akan mendukung ketersediaan bahan baku penting bagi berbagai sektor industri nasional, mulai dari pengolahan air, pembuatan sabun dan deterjen, pemurnian alumina, hingga pengolahan nikel.
Dengan memperkuat rantai pasok lokal dan memperluas kapasitas ekspor, pembangunan ini diharapkan dapat mendukung industrialisasi berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

