Pendapatan PGEO Tumbuh, Laba Capai US$ 68,93 Juta di Semester I-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membukukan pendapatan sebesar US$ 204,85 juta pada kuartal II-2025, tumbuh tipis 0,53% dibanding periode sama tahun lalu senilai US$ 203,76 juta.
Direktur Keuangan PGEO, Yurizki Rio menyampaikan bahwa laba tahun berjalan tercatat sebesar US$ 68,93 juta. “Kinerja PGE berada pada jalur yang sehat. Ini menandakan fundamental keuangan Perseroan yang kuat, didorong oleh produksi yang melebihi proyeksi awal,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (29/7/2025).
Menurutnya, penguatan bisnis PGEO menunjukkan bahwa panas bumi berperan strategis dalam mendukung transisi energi bersih Indonesia.
Baca Juga
“Meski tantangan geopolitik dan ekonomi global memengaruhi pendanaan proyek dan biaya operasional, PGE tetap mencatatkan kinerja solid dengan produksi yang melampaui target. Net profit tetap sehat, dan EBITDA margin kami terjaga di atas 80%,” jelas Yurizki.
Perseroan juga optimistis mencapai target kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) melalui sejumlah proyek strategis, seperti pengembangan PLTP Hululais Unit 1 & 2 (110 MW), co-generation 230 MW, dan eksplorasi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Tiga yang baru saja diresmikan Presiden Prabowo pada Juni 2025.
Tambahan pasokan 55 MW dari beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 pada akhir Juni turut memperkuat kontribusi PGEO dalam jaringan listrik nasional, serta berpotensi mendorong kinerja keuangan di semester II-2025.
Baca Juga
Usai PLTP Lumut Balai Unit 2 Dioperasikan, PGEO Ungkap Penambahan Kapasitas Selanjutnya
Direktur Utama PGEO, Julfi Hadi menegaskan komitmen perseroan sebagai penyedia energi bersih berbasis panas bumi yang stabil dan andal dalam mendukung pencapaian Net Zero Emission 2060 Indonesia.
“Perjalanan menuju 1 GW kami tempuh dengan konsistensi dan keyakinan. Operasionalisasi Lumut Balai Unit 2, eksplorasi PLTP Gunung Tiga, serta proyek lainnya menjadi bukti konsistensi PGE dalam mengembangkan energi panas bumi nasional,” kata Julfi.
Ia juga menekankan bahwa misi PGEO tak hanya menyediakan listrik, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar melalui ekonomi sirkular. “Kami percaya energi panas bumi harus memberi manfaat bagi semua pihak, termasuk komunitas lokal,” pungkasnya.

