Laba BTPN Syariah (BTPS) Tumbuh 16,6% Capai Rp 644 Miliar di Semester I 2025, Ini Faktor Pendukungnya!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) berhasil mencatat kinerja keuangan yang positif pada semester pertama 2025. Pada semester I 2025, BTPN Syariah mencatatkan laba bersih sebesar Rp 644 miliar, tumbuh 16,6% secara tahunan atau year on year (yoy). Adapun penyaluran pembiayaan mencapai Rp 10,14 triliun.
Kinerja BTPS cemerlang seiring strategi perseroan dalam menjaga kualitas pembiayaan melalui pendampingan intensif dan program apresiasi yang diberikan kepada nasabah.
Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad mengatakan, pertumbuhan laba ini merupakan cerminan dari membaiknya kualitas pembiayaan yang ditopang oleh perilaku unggul nasabah yang dibangun oleh bank.
"Di tengah kondisi yang menantang, kami berusaha untuk memberikan kualitas yang terbaik dan itu terespresentasikan, tampak terlihat dari semua rasio yang baik di semester I ini," ungkapnya dalam paparan kinerja semester I 2025 di Jakarta, Jumat (25/7/2025).
Kualitas BTPN Syariah membaik, jelas Fachmy mampu terjadi dengan pencadangan yang lebih besar. Pencadangan dikatakan amat perlu di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Selain itu, kualitas membaik juga didorong oleh komitmen nasabah dalam pembayaran pinjaman.
"Nasabah di segmen ultra mikro yang tanpa jaminan kok mau bayar, padahal ekonomi lagi susah?. Inti jawabannya cuma satu kita menggiatkan namanya kedisiplinan nasabah, kita minta mereka hadir dan tawarkan program kedepan. Setelah itu kita ingatkan lewat program solidaritas dan apresiasi bagi kelompok yang rajin. Tanpa dua hal itu kinerja kita tidak akan bisa seperti saat ini. Ini kita rasa penting dan akan kita giatkan lagi di semester II," jelas Fachmy.
Baca Juga
Perilaku unggul yang dimaksud mencakup prinsip Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS). Nilai-nilai ini secara konsisten dibina oleh petugas lapangan atau Community Officer (CO) yang memberikan pendampingan langsung kepada para nasabah.
Empat perilaku unggul ini dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pembiayaan. Kehadiran rutin nasabah untuk hadir di sentra membuat kegiatan pelayanan Bank juga berjalan optimal, sehingga memberi kontribusi nyata terhadap kualitas pembiayaan yang semakin baik.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap nasabah yang menunjukkan kedisiplinan tinggi dalam membayar angsuran dan menerapkan prinsip BDKS, BTPS turut menggelar Program Umrah Satu Pesawat.
Program ini tidak hanya memberi penghargaan kepada sentra-sentra inspiratif, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi sentra lainnya di berbagai pelosok. Tahun ini, jumlah sentra yang diberangkatkan dalam program tersebut meningkat drastis menjadi 18 sentra, dari hanya 10 sentra pada 2024.
Baca Juga
Dari Mutiara hingga Kopi, Kisah UMKM NTB Bangkit Bersama BTPN Syariah
“Berbagai apresiasi yang diberikan ini merupakan komitmen kami untuk mewujudkan niat baik lebih cepat bagi nasabah sekaligus memotivasi bagi mereka untuk terus disiplin dalam menjalankan empat perilaku unggul, serta diharapkan menjadi inspirasi sentra-sentra lain di pelosok negeri. Ke depannya, bank akan senantiasa berupaya memberikan apresiasi dan insentif yang menarik bagi jutaan nasabah BTPN Syariah,” tutur Fachmy.
Dari sisi neraca keuangan, posisi aset hingga akhir Juni 2025 tercatat sebesar Rp 21,65 triliun, sedikit terkoreksi dari Rp 21,74 triliun pada akhir Desember 2024. Liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp 2,65 triliun dari sebelumnya Rp 2,83 triliun. Sementara ekuitas meningkat menjadi Rp 9,69 triliun dari Rp 9,31 triliun.
Dalam laman resmi, BTPN Syariah adalah anak perusahaan SMBC Indonesia dengan kepemilikan saham 70% dan merupakan bank syariah ke 12 di Indonesia. Bank beroperasi berdasarkan prinsip inklusi keuangan dengan menyediakan produk dan jasa keuangan kepada masyarakat terpencil yang belum terjangkau serta segmen masyarakat pra sejahtera.

