Usai PLTP Lumut Balai Unit 2 Dioperasikan, PGEO Ungkap Penambahan Kapasitas Selanjutnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatat tonggak penting dalam ekspansi kapasitas energi bersih dengan mulai beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2. Dengan tambahan kapasitas 55 MW dari unit baru ini, total kapasitas terpasang PGEO bertambah mencapai 728 Mega Watt (MW).
"Pada 29 Juni 2025, Lumut Balai Unit 2 resmi beroperasi dan mulai menjual listrik ke PLN. Ini membuat total kapasitas lima aset operasional kami naik menjadi 728 MW," ujar Ronald Andre P. Hutagalung, Manager Investor Relations PGEO dalam acara Market Outlook 2025 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (3/7/2025).
Baca Juga
Ronald menyatakan, pengembangan ini merupakan bagian dari strategi PGEO untuk mencapai target jangka menengah 1 Giga Watt (GW) serta mendukung roadmap pemerintah menuju net zero emission (NZE) tahun 2060.
PGEO juga tengah menyiapkan strategi jangka panjang melalui proyek national super grid, sistem interkoneksi listrik lintas pulau seperti Sumatra–Batam, Sumatra–Jawa, dan Jawa–Kalimantan.
"Super grid akan menjadi tulang punggung distribusi energi bersih nasional, dan prasyarat utama untuk mempercepat bauran energi terbarukan," jelasnya.
Baca Juga
Menuju 1 GW, Pertamina Geothermal (PGEO) Resmikan Operasi Penuh PLTP Lumut Balai Unit 2
Mengacu pada Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RKUN) dan RUPTL PLN, pemerintah menargetkan kapasitas terpasang energi terbarukan mencapai 5 GW dalam 10 tahun dan 304 GW pada 2060. Saat ini, kapasitas nasional baru berada di angka 2,6 GW (per 2024), membuka peluang besar bagi pemain seperti PGEO.
PGEO sendiri memiliki potensi cadangan panas bumi lebih dari 3 GW, namun baru 728 MW yang terealisasi. Artinya, ruang ekspansi masih sangat luas. Ke depan, PGEO menargetkan kapasitas terpasang meningkat hingga 1,7 GW pada 2033, termasuk melalui proyek quick wins bersama PLN Indonesia Power, berupa pembangkit cogeneration dengan total kapasitas gabungan 230 MW.

