Pendapatan PGEO Naik Jadi US$ 318,86 Juta hingga September 2025, Sebaliknya Laba Tinggal Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membukukan kenaikan pendapatanmenjadi US$ 318,86 juta hingga periode 30 September 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 306,02 juta.
Laporan kinerja keuangan PGEO yang dipublikasikan MInggu (26/10/2025), menyebutkan bahwa beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya tercatat US$ 140,22 juta, naik dari US$ 120,01 miliar per September 2024. Dengan demikian, laba bruto perseroan berada di level US$ 178,65 miliar, sedikit turun dari sembilan bulan tahun 2024 mencapai US$ 186,01 juta.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Tegaskan Panas Bumi sebagai Fondasi Transisi Energi Asia
Di sisi beban operasional, PGEO mencatatkan peningkatan beban umum dan administrasi US$ 21,17 juta atau lebih tinggi dari pencapaian periode sama tahun sebelumnya hnya US$ 15,03 juta. Sementara itu, pendapatan lain-lain bersih berkontribusi US$ 1,12 juta, meningkat dari US$ 814 ribu tahun lalu.
Dengan capaian tersebut, laba usaha PGEO tercatat US$ 158,60 jut, turun dari US$ 171,80 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari aktivitas keuangan, perseroan mencatat pendapatan keuangan US% 22,04 juta, serta rugi selisih kurs sebesar US$ 10,22 juta. Beban keuangan meningkat menjadi US$ 22,88 juta, dari US$ 16,80 juta pada September 2024.
Baca Juga
Dukung Transisi Energi, PGE (PGEO) Ulubelu dan UNDP Dorong Riset WEF Nexus
Setelah memperhitungkan seluruh pos tersebut, laba sebelum pajak PGEO berada di angka US$ 147,52 juta hingga September 2025, dibandingkan US$ 193,21 juta pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba tahun berjalan PGEO turun menjadi US$ 104,26 juta, dibandingkan US$ 133,97 juta pada periode September 2024.

