Pandu: IHSG bisa Tembus 8.000 Didukung Beragam Sentimen Positif
JAKARTA, investortrust.id - Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Pandu Sjahrir, optimismis terhadap penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus level 8.000 dalam waktu dekat di tengah momentum positif pasar.
Saat ini, menurut dia, pasar saham sedang dalam tren positif didukung banyak berita positif. “Semoga (IHSG) bisa menembus 8.000. 80 tahun Indonesia, bisa 8.000, mantap banget,” ujar Pandu saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (28/7/2025).
Baca Juga
TLDN Tegaskan Tarif Resiprokal AS Tak Berdampak, Fokus CPO untuk Pasar Domestik
Mengacu pada data perdagangan BEI hari ini, Senin, (28/7/2025) IHSG tercatat menguat signifikan sebesar 118 poin atau 1,58% ke level 7.662,35. Bahkan, pada sesi perdagangan I indeks sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang tahun ini di posisi 7.667,98.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta, sebelumnya menyampaikan bahwa tren penurunan suku bunga, baik oleh Bank Indonesia (BI) maupun The Federal Reserve (The Fed), menjadi pemicu utama penguatan pasar. “Bisa (IHSG ke 8.000) kalau terjadi de-eskalasi geopolitik dan perang dagang. Namun, masalahnya masih ada ketidakpastian,” ujar Nafan kepada investortrust.id.
Ia menilai penurunan suku bunga BI sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini telah memperkuat likuiditas domestik. Sementara The Fed juga berpeluang memangkas suku bunga acuan dua kali lagi, yang diproyeksi terjadi pada Oktober dan November 2025. Tren suku bunga rendah akan berlanjut hingga 2026 dan dapat mendorong penurunan biaya pinjaman korporasi. Ini akan menjadi daya dorong tambahan bagi likuiditas pasar saham serta mendorong minat investor.
Baca Juga
Menanti Sejarah Baru: HUT ke-80 RI dan 48 Tahun Pasar Modal, IHSG Menuju 8.000?
Meski begitu, Nafan mengingatkan bahwa tekanan dari aksi jual investor asing (net sell) masih menjadi hambatan. Ia menyebut bahwa untuk mencapai level 8.000 secara berkelanjutan, diperlukan aliran dana asing yang kembali masuk secara signifikan. “Selama masih terjadi net sell asing, saya kira untuk ke 8.000 itu harus bertahap,” katanya.
Kunci utama terhadap keberhasilan IHSG menembus 8.000 ada pada data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025. Ia menilai bahwa produk domestik bruto (PDB) pada periode April–Juni 2025 perlu tumbuh di atas ekspektasi. “Kalau kuartal II bisa tumbuh 2,5% QoQ atau lebih, maka bisa menjadi fondasi kuat menuju reli IHSG,” jelasnya.

