Pandu Sjahrir Optimistis Susunan Pengurus Danantara Kembalikan Sentimen Positif IHSG
JAKARTA, investortrust.id - Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir buka suara perihal tren anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) yang dikaitkan dengan megaproyek Danantara. Pandu menyebut tren anjloknya IHSG tidak lepas dari sejumlah sentimen global yang datang dari dalam maupun luar negeri.
Perihal wacana publik yang mengaitkan jebloknya IHSG dengan kekhawatiran terhadap performa Danantara, dia hanya memberikan respons memastikan. Pandu meyakini susunan pengurus Danantara yang diumumkan oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani sebagai dapat menjawab keresahan publik.
Baca Juga
Rosan Roeslani Pastikan Prabowo Tak Titip Nama Jadi Pengurus Danantara
"Bagaimana pembentukan tim Danantara, siapakah manajemen Danantara, semoga hari ini bisa dijawab. All professional, tidak ada titipan-titipan, semua adalah yang terbaik di bidangnya and global, ini juga penting," ungkapnya dalam Meet the Team Danantara Indonesia di Jakarta, Senin (24/3/2025).
Sementara itu Pandu optimistis ke depan Danantara bakal membantu performa fundamental perekonomian dalam negeri. Terlebih, dia menyebut Danantara kini memiliki penasehat bidang makroekonomi, seperti Ray Dalio, Jeffrey Sachs hingga Helman Sitohang.
"Karena kita tahu bahwa macro-risk semakin besar, geopolitical-risk semakin besar. Maka we need these advisors to give us masukan-masukan tersebut," beber dia.
Soal IHSG sendiri dia menyebut tren penurunan harga saham juga terjadi di belahan negara lain. Dia mencontohkan bahkan keadaan lebih buruk terjadi di negara-negara seperti Thailand dan Turki akibat adanya gejolak sosial. Bahkan di Amerika Serikat sendiri, kata dia, sedang mengalami tren serupa.
"Semoga pada hari ini meet the team (Danantara) bisa memberi jawaban Untuk beberapa hal concern micro-risk yang ada menyangkut pasar Indonesia," jelas dia.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau sebanyak 291 poin (4,65%) ke level 5.967 pagi ini, Senin (24/3/2025). Penurunan tersebut akibat kejatuhan seluruh sektor saham, khususnya saham kapitalisasi pasar (big cap) besar.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana alias Didit menilai koreksi yang terjadi pada IHSG masih sejalan proyeksi secara teknikal. Dari sisi lain koreksi IHSG juga tertekan oleh pergerakan mayoritas bursa Asia yang juga terkoreksi.
Selain itu, dia mengatakan, penurunan indeks pagi ini terbebani penurunan saham emiten-emiten berkapitalisasi besar dan juga emiten konglomerasi, seperti emiten Prajogo Pangestu, emiten grup Agun Sedayu, hingga emiten BUMN.
“Dari sisi sentimen, penurunan dipengaruhi wait and see investor deadline kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) yang akan diterapkan 2 April 2025 mendatang dan RUPS emiten perbankan yang akan mulai dilaksanakan pekan ini, di sisi lain waktu perdagangan juga cenderung singkat dalam rangka libur lebaran,” kata Didit saat dihubungi investortrust.id Senin, (24/3/2025).
Baca Juga
Rosan Roeslani Umumkan Pengurus Danantara, Ada Jokowi, SBY hingga Eks PM Thailand
Sementara dari dalam negeri, Didit menilai, investor akan menanti akan pengumuman kepengurusan Danantara, di sisi lain terdapat pengumuman bahwa pemerintah resmi mengalihkan seluruh saham BUMN seri A ke dalam holding operasional Danantara sebagai bagian dari penyertaan modal.
“Diperkirakan hal ini yang membuat masih besarnya tekanan outflow terhadap IHSG,” jelas dia.

