TLDN Tegaskan Tarif Resiprokal AS Tak Berdampak, Fokus CPO untuk Pasar Domestik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Emiten kelapa sawit PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) menegaskan bahwa kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) terhadap komoditas sawit tidak berdampak langsung terhadap operasional maupun kinerja perusahaan. Pasalnya, seluruh penjualan CPO TLDN saat ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
"Penjualan kami seluruhnya untuk pasar domestik, sehingga kebijakan tarif resiprokal AS tidak berdampak langsung terhadap operasional dan kinerja perusahaan," ujar Direktur Utama TLDN, Wishnu Wardhana, kepada investortrust.id, Senin (28/7/2025).
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Gandeng Telkom Dukung Ekspansi Layanan Indihome lewat Infrastruktur Fiber Optik
Wishnu mengungkapkan bahwa kinerja penjualan TLDN terus menunjukkan tren positif. Pada kuartal I-2025, volume penjualan CPO tercatat naik 6,36% secara tahunan (yoy) menjadi 78.121 ton. Meski demikian, manajemen tetap mewaspadai dinamika perdagangan global.
“Kami mencermati perkembangan kebijakan dagang internasional secara menyeluruh karena perubahan global dapat mempengaruhi rantai pasok dan sentimen pasar domestik,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor keempat terbesar Indonesia untuk produk lemak dan minyak nabati (kode HS-15) pada 2024, dengan pangsa pasar 6,65%. Kebijakan tarif baru dari AS tentu dapat berdampak terhadap produsen CPO yang berorientasi ekspor, termasuk mitra dagang TLDN dalam rantai pasok global.
Namun demikian, Indonesia dinilai tetap memiliki posisi kompetitif dibanding produsen utama lainnya, seperti Malaysia yang kini dikenakan tarif impor CPO sebesar 25% oleh AS. Wishnu menambahkan, “Kami berharap kerja sama bilateral yang lebih kuat dapat membuka akses pasar yang lebih luas, serta menjadikan ekspor CPO Indonesia lebih kompetitif dari sisi harga.”
Baca Juga
Laba Atribusi Jasa Marga (JSMR) Semester I 2025 Turun, Pemicunya Ini
Di tengah ketidakpastian global, TLDN mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid. Pada kuartal I-2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 1,28 triliun atau meningkat 49,1% secara yoy. Laba bersih pun melonjak 211,6% menjadi Rp 218,92 miliar.
“Kami terus menjaga efisiensi operasional, memperkuat kolaborasi strategis, dan mendorong inisiatif keberlanjutan untuk menjaga daya saing dan ketahanan bisnis,” tutup Wishnu.
Dengan fokus pada pasar domestik dan dukungan strategi bisnis yang adaptif, TLDN optimistis tetap tumbuh positif di tengah tantangan perdagangan internasional dan kebijakan tarif global.

