Beragam Sentimen Positif Ini bisa Lambungkan Saham BTN (BBTN)
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) konsisten menguat sepanjang September 2024. Pemodal asing juga terpantau mulai rajin memborong saham bank BUMN spesialis KPR ini dengan nilai pembelian bersih (net buy) mencapai Rp 47,99 miliar dalam sebulan terakhir. Penguatan harga bersamaan dengan aliran dana asing tersebut didukung sejumlah sentimen positif.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/9/2024), saham BBTN menguat 1,79% menjadi Rp1.425. Jika ditarik dari posisi sebulan sebelumnya ada peningkatan 8,78% dan melonjak 14% dalam kurun tiga bulan.
Penguatan harga saham BBTN dipacu sejumlah sentiment positif. Mulai dari peluang pemangkasan suku bunga, perpanjangan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP), pembentukan kembali Kementerian perumahan, tambahan plafon kredit rumah bersubsidi dan tren peningkatan KPR dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga
Rayakan Harpelnas 2024, BTN Dorong Nasabah Tingkatkan Transaksi Mobile Banking
Terkait proyeksi suku bunga, analis Mandiri Sekuritas Rangga Cipta dan Raden Rami Ramdana dalam riset hari ini menyebutkan, data Amerika Serikat (AS) menunjukkan perlambatan ekonomi. Hal ini memperkuat peluang pemangkasan suku bunga The Fed dengan target 125 bps tahun ini dan diharapkan berlanjut sebanyak 125 bps tahun 2025.
Tanda-tanda Fed rate turun sudah mulai diantispasi sejumlah bank sentral, seperti pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB), Bank Sentral Kanada (BOC), Bank Sentral Inggirs (BOE), dan Bank Sentral Filipina (BSP). Tak terkecuali, Bank Indonesia (BI) kemungkinan segera memasuki keputusan serupa, sehingga bisa berdampak positif terhadap emiten perbankan.
Sebagai emiten bank, BBTN diyakini bakal menikmati keuntungan ganda berkat lonjakan bisnis properti seiring turunnya suku bunga. “Di sisi lain, penurunan suku bunga akan meringankan biaya dana yang menjadi tantangan utama BTN dalam setahun terakhir. Perbaikan biaya dana bakal berdampak langsung ke margin dan laba bersih,” katanya.
Sentimen positif lainnya datang dari berlanjutnya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% pada semester II-2024. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu mengatakan, langkah ini untuk mendorong perekonomian dan menjaga kelas menengah di Indonesia. “Insentif PPN DTP ini diberikan sebesar 100% sampai dengan Desember 2024,” katanya.
Baca Juga
Adik Prabowo Pimpin Satgas Perumahan, Prospek BBTN Bakal Cerah
Selain pemberian insentif PPN DPT, dia mengatakan, pemerintah akan mendorong Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Target FLPP dinaikkan dari semula 166.000 unit menjadi 200.000 unit. Dengan demikian ada penambahan sebanyak 34 ribu unit rumah dengan kucuran anggaran Rp 4,3 triliun. Kebijakan tersebut efektif mulai 1 September 2024.
Selain sentimen tersebut, BBTN terdorong rencana presiden terpilih Prabowo Subianto untuk menghidupkan kementerian perumahan. Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim S Djojohadikusumo mengatakan, pembentukan kementerian ini sejalan dengan fokus pemerintah untuk membangun 2 juta unit rumah di pedesaan dan 1 juta unit rumah diperkotaan setiap tahun. Penguatan sektor properti juga bagian dari strategi pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi 8% per tahun.
BBTN juga terdorong data Bank Indonesia (BI) yang mencatatkan lompatan kredit properti ke level tertinggi sebanyak 11,20% pada Juli 2024. Angka tersebut menjadi level pertumbuhan tertinggi dalam 18 bulan terakhir.
Baca Juga
Bos BTN Ungkap Proses Due Diligence BUS, Akuisisi Ditargetkan Rampung Tahun Ini
Data Statistik Sistem Keuangan Indonesia (SSKI) Bank Indonesia (BI) mengungkap kredit di sektor properti tercatat Rp 915,93 triliun. Angka ini bertumbuh 11,20% year on year (yoy) dan sebesar 7,60% year to date (ytd).
Tren peningkatan kredit properti disokong pertumbuhan KPR sebesar 13,94% (yoy) menjadi Rp 704,36 triliun pada Juli 2024. Secara kualitas, rasio non performing loan (NPL) kredit properti berada di level 2,68%, membaik dari Juli 2023 sebanyak 2,81%.
Sejumlah sentimen positif tersebut mendorong berbagai sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli BBTN dengan target harga penguatan lebih lanjut. Di antaranya, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 1.800. Target ini mempertimbangkan revisi skema penyaluran KPR bersubsidi, spin off unit usaha syariah, dan penjualan aset bermasalah (NPL Asset sale).
Baca Juga
Komitmen Kurangi Backlog Perumahan, BTN Usulkan 2 Skema Subsidi Baru Ini ke Pemerintah
Rekomendasi beli saham BBTN juga datang dari Sinarmas Sekuritas. Analisnya, Arief Machrus, merekomendasikan add saham BBTN dengan target harga Rp 1.500. Target tersebut mempertimbangkan langkah ekspansif dalam menyalurkan kredit.
Hal serupa diberikan analis Sucor Sekuritas Edward Lowis. Dirinya mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.640. Potensi penurunan terhadap harga saham BBTN kian mengecil dan potensi penguatan kian membesar.
Grafik Saham BBTN

