Didukung Beragam Sentimen Positif, Begini Target Harga Terbaru Saham SMGR dan INTP
JAKARTA, investortrust.id - CGS International Sekuritas Indonesia mempertahankan overweight saham sektor semen, mengingat ekspektasi pemulihan volume penjualan domestik di tengah perbaikan daya beli masyarakat kelas bawah.
CGS Sekuritas merekomendasikan add saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dengan target harga Rp 8.600. Begitu juga dengan saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) direkomendasikan add dengan target harga Rp 5.300.
Baca Juga
Pembangunan 3 Juta Rumah Digaungkan, Saham SMGR dan INTP makin Menarik
Sekuritas ini menilai bahwa sentiment positif saham sektor semen datang dari sejumlah isu. Pertama, program 3 juta rumah Presiden Prabowo akan menjadi katalis jangka pendek bagi kinerja industri semen. Untuk mencapai hal ini, pemerintah yang baru sedang menjajaki penghapusan pajak properti (saat ini PPN 11% dan pajak perolehan tanah & bangunan 5%), serta memisahkan Perumahan Umum sebagai kementerian yang berdiri sendiri.
Program perumahan 3 juta akan meningkatkan permintaan semen domestik Indonesia sebesar sekitar 4,6 juta ton per tahun atau peningkatan 7% dalam permintaan semen domestik tahun depan. “Hal ini bisa berdampak langsung terhadap volume penjualan SMGR dan INTP. Setiap peningkatan 1% konsumsi semen domestik akan menghasilkan peningkatan 3% dalam laba bersih kedua emiten tersebut tahun 2025,” tulis analis CGS Sekuritas Bob Riyadi dalam risetnya yang dikutip Kamis (7/11/2024).
Baca Juga
Pasar Semen Tumbuh Solid, Simak Rekomendasi Saham SMGR dan INTP
Walaupun demikian, CGS mencermati bahwa ada potensi pelemahan sektor akibat melemahnya permintaan semen, perubahan yang tidak menguntungkan dalam domestik market obligation (DMO), penerapan pajak karbon, serta penerapan peraturan pengenaan muatan berlebih pada truk.
Terkait kinerja keuangan, INTP membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,05 triliun hingga kuartal III-2024. Angka ini turun sebesar 16,7% secara tahunan (yoy) dari periode yang sama tahun lalu Rp1,26 triliun.
Sedangkan Semen Indonesia (SMGR) mencatatkan laba bersih menjadi Rp 719,72 miliar, turun 58% yoy dari Rp 1,71 triliun pada periode sama tahun lalu. Lebih lanjut, pendapatan SMGR tercatat turun 4,93% sebesar Rp 26,29 triliun per kuartal III 2024, dari Rp 27,66 triliun per kuartal III 2023.
Grafik Saham SMGR dan INTP

