Bos Hartadinata (HRTA): “Bullion Bank” Bisa Ubah Perilaku Konsumtif Jadi Produktif
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), Sandra Sunanto menyambut positif kehadiran bullion bank di Indonesia yang diluncurkan pada Desember 2024. Ia optimistis bullion bank mampu mendorong transformasi gaya hidup keuangan masyarakat, dari konsumtif menjadi lebih produktif.
“Kami di industri melihat, launching bullion bank pasti menyasar masyarakat. Artinya, masyarakat akan lebih sejahtera dengan kehadiran bullion bank ini,” ujar Sandra Sunanto dalam podcast Konvergensi, di kantor Investortrust, The Convergence Indonesia, Jakarta, Jumat (25/7/2025).
Baca Juga
Hartadinata (HRTA) Tebar Dividen Rp 21 per Saham hingga Perkuat Bisnis Bullion Bank
Sandra menjelaskan, dengan hadirnnya bullion bank, perilaku konsumtif bisa berubah menjadi perilaku yang lebih produktif. “Artinya punya kelebihan uang, misalnya tidak banyak sekalipun, orang sudah tersadarkan untuk mulai menyimpan aset ke emas,” tutur dia.
Baca Juga
Sertifikasi LBMA Jadi Strategi Kunci Hartadinata (HRTA) Perkuat Pasar Emas Domestik
Menurut Sandra Sunanto, secara langsung maupun tidak, Hartadinata Abadi memiliki peran yang sangat penting bagi berjalannya ekosistem bullion bank. Sebab, perusahaan berkode saham HRTA ini menjadi penyedia bahan baku berupa emas batangan.
Keberadaan bullion bank, kata Sandra, sangat penting untuk mendorong inklusi keuangan dan memperkuat fondasi ekonomi masyarakat, terutama dengan meningkatnya minat terhadap investasi emas. Namun, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan informasi memadai mengenai manfaat dan mekanisme bullion bank.
“Karena diluncurkan bulan Desember 2024, kita melihat bahwa sampai hari ini masyarakat belum terinformasikan dengan baik, tentang bullion bank. Apa manfaatnya, bagaimana (mekanismenya). Jadi, saya sih masih menunggu,” tegas dia.
Sandra menekankan pentingnya edukasi dari pemerintah dan pelaku bullion bank kepada masyarakat agar potensi besar kehadiran lembaga ini bisa benar-benar dirasakan. “Usul kami dari pelaku industri, pemerintah perlu menggencarkan edukasi tentang bullion bank, termasuk apa saja manfaatnya bagi masyarakat,” papar dia.
Sandra menyatakan, pihaknya mendukung penuh inisiatif pemerintah menghadirkan bullion bank, termasuk visi Presiden Prabowo untuk ‘mengemaskan Indonesia’ sebagai bentuk kemandirian dan ketahanan ekonomi.
“Saya kira masyarakat juga memang sadar betul bahwa saat ini harus lebih berhati-hati dalam konsumsi, menabung, dan sebagainya. Salah satunya adalah kehadiran bullion bank. Kita pasti dukung bullion bank ini,” ucap dia.
Baca Juga
Jadi Pelopor Emiten Perhiasan dan Batangan, HRTA Dorong Akses Kepemilikan Emas untuk Semua
Di sisi bersamaan, Sandra menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk menyukseskan bullion bank. Ke depan diharapkan ada kejelasan lebih lanjut soal produk dan layanan yang ditawarkan bullion bank kepada masyarakat, termasuk kemungkinan penyimpanan emas fisik dan emas digital.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebagai bullion bank pada 26 Februari 2025. Bullion bank menjalankan kegiatan jasa simpanan emas, pembiayaan emas, perdagangan emas, dan penitipan emas. Alhasil, bullion bank tidak hanya bisa memperluas pilihan investasi, tetapi juga dapat memperdalam pasar keuangan (market deepening) melalui monetisasi emas yang disalurkan kepada lembaga jasa keuangan (LJK).
Dalam kalkulasi pemerintah, bullion bank dapat mendongkrak produk domestik bruto (PDB) Indonesia sekitar Rp 245 triliun dan menciptakan 1,8 juta lapangan kerja baru. Bullion bank juga berpotensi meningkatkan konsumsi emas ritel yang bakal mendorong industri emas dan keseluruhan ekosistem emas, dengan tambahan value added Rp 30-50 triliun.

