Berkat Bullion Bank, Hartadinata (HRTA) Mampu Jual hingga 4,8 Ton Emas di Semester I 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Hartadinata Abadi Tbk atau Hartadinata (HRTA) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang paruh pertama tahun 2025. Perseroan berhasil menjual emas sebanyak 4,8 ton melalui ekosistem bullion bank, atau setara dengan 51% dari total pendapatan konsolidasi per Juni 2025.
Director Investor Relations Hartadinata Thendra Crisnanda mengungkapkan, capaian ini didorong oleh kontribusi kuat dari kerja sama dengan Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai mitra utama penyaluran produk emas dalam kerangka bullion bank.
“Kita mendapatkan katalis positif, terutama dari kontribusi untuk penjualan di dalam ekosistem bullion bank. Hingga semester I 2025 Hartadinata sudah menjual sebanyak 4,8 ton emas. Ini lebih tinggi dibandingkan target awal yang hanya 500 kg penjualan kepada bullion bank setiap bulannya,” ujarnya, secara daring dalam Public Expose Live 2025 yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025).
Baca Juga
Emas Batangan Hartadinata (HRTA) Rilis Edisi ‘Kemerdekaan Series’
Thendra optimistic kontribusi bullion bank akan terus meningkat seiring dengan pengembangan ekosistemnya. Ia memproyeksikan, keberadaan bullion bank dapat memberi dampak besar bagi perekonomian nasional.
“Apabila memang eksekusinya itu berjalan dengan baik, maka untuk pertumbuhan terhadap kontribusi di ekonomi Indonesia bisa bertumbuh itu sebesar 1,3% tambahan, dan juga bisa menambah lapangan pekerjaan baru lebih dari 800.000 lewat ekosistem bullion bank,” katanya.
Selain memperkuat penjualan melalui bullion bank, lanjut Thendra, Hartadinata juga mengoptimalkan rantai pasok emas dari mitra pertambangan lokal, yang saat ini berkontribusi sekitar 25% terhadap total suplai. Salah satunya berasal dari PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS), di mana lebih dari 95% output produksinya pada semester I 2025 dibeli oleh Hartadinata.
Baca Juga
Ada 'Bullion Bank', Hartadinata Abadi (HRTA) Yakin Pasar Domestik Masih Sangat Besar untuk Dikuasai
Perseroan juga terus memperkuat rantai nilai (value chain) dengan fasilitas pemurnian (refinery) yang kapasitasnya ditargetkan meningkat hingga 30 ton per tahun pada 2026. Dari sisi hilir, Hartadinata telah mengoperasikan empat pabrik emas dan akan menambah satu pabrik reintegrasi yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2025.
Adapun, jaringan distribusi Hartadinata kini diperkuat dengan lebih dari 1.000 titik penjualan, baik melalui toko milik sendiri, grosir, maupun kemitraan dengan toko emas tradisional.

