Hartadinata (HRTA) Tebar Dividen Rp 21 per Saham hingga Perkuat Bisnis Bullion Bank
JAKARTA, investortrust.id - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menetapkan dividen tahun buku 2024 senilai Rp 21 per saham. Nilai tersebut merefleksikan rasio dividen 21,87% dan imbal hasil (yield) sebesar 3%.
Tahun lalu, emiten manufaktur perhiasan dan emas batangan terintegrasi ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp 442 miliar atau tumbuh 44,60% secara tahunan. Kenaikan tersebut sejalan dengan lonjakan pendapatan hingga 41,78% pada 2024, didorong peningkatan volume penjualan emas murni sebesar 16,83%.
Baca Juga
Emas Digital Masih Sepi, Hartadinata (HRTA) Genjot Penjualan Emas Fisik
“Jika kita mengingat kembali, Hartadinata adalah satu-satunya perusahaan industri emas perhiasan dan emas batangan Indonesia yang terintegrasi dari upstream hingga downstream,” ujar Direktur Utama HRTA, Sandra Sunanto, dalam Public Expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dihelat secara daring, Kamis (12/6/2025).
Hingga kuartal I-2025, pendapatan tercatat sebesar Rp 6,7 triliun (naik 68,97%) dengan volume penjualan emas mencapai 4,47 ton. Laba bersih kuartalan juga melesat 45,82% menjadi Rp149,75 miliar.
“Kami sangat mengapresiasi pencapaian ini yang tak lepas dari kepercayaan para pemangku kepentingan. Ini jadi motivasi bagi kami untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan dan menghadirkan nilai tambah,” lanjut Sandra.
Baca Juga
Antam (ANTM) kembali Tetapkan Rasio Dividen 100%, Nilai per Saham Segini
Hartadinata kini mengandalkan dua pilar produk utama yakni, perhiasan emas dengan merek Ardor, dan emas batangan Emasku. Ardor diposisikan untuk segmen menengah hingga premium dengan konsep keaslian desain, sementara Emasku menjadi unggulan untuk investasi emas mulai dari gramasi 0,1 gram hingga 1 kilogram.
“Melalui Emasku, perseroan menjual satu hal yang paling penting, yaitu masa depan. Produk ini kami jaga kualitasnya dengan sertifikasi SNI, ISO, dan juga kesesuaian syariah dari Majelis Ulama Indonesia,” jelas Sandra.
Baca Juga
Nilai Emas Strategis dalam Jangka Panjang, Bisnis Hartadinata (HRTA) Prospektif
Untuk membentuk kepercayaan publik, perusahaan juga menambahkan fitur Bullion Protect yang disematkan pada produk. Langkah ini merupakan upaya menjamin keaslian dan mencegah pemalsuan.
Menanggapi tren pasar pasca pandemi, Sandra menyebut adanya pergeseran minat konsumen dari perhiasan ke emas batangan. “Sejak pandemi, masyarakat lebih sadar akan pentingnya investasi dan mulai beralih ke emas batangan. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang akan kami maksimalkan ke depan,” ujarnya.

