Chandra Daya (CDIA) Ungkap 4 Pilar Bisnis jelang IPO Saham, Simak Keunggulan Bisnis Setiap Pilar
JAKARTA, investortrust.id – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang dikendalikan Prajogo Pangestu, resmi merilis prospectus penawaran umum perdanan (initial public offering/IPO) saham dengan target dana sebanyak-banyaknya Rp 2,37 triliun. Apa saja bisnis yang digeluti emiten tersebut?
Berdasarkan prospectus yang diterbitkan, CDIA merupakan perusahaan holding investasi infrastruktur, bagian dari PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang memiliki sejumlah anak usaha memiliki empat pilar bisnis.
Pertama, pilar bisnis energi yang dijalankan melalui anak usahanya PT Krakatau Chandra Energi (KCE). Perusahaan ini menyediakan suplai tenaga Listrik di area KIK Cilegon Banten dengan 216 pelanggan industry, bisnis, sosial, dan pemerintah. Pembangkit ini juga menyuplai Listrik untuk 1.609 rumah tangga.
Baca Juga
Chandra Daya (CDIA) Gelar IPO Saham hingga Rp 2,37 Triliun, Simak Tujuan Dana dan Jadwal Ini
KCE mengelola sejumlah pembangkit Listrik, yaitu PLTU dengan kapasitas 120 MW dengan teknologi combined cycle power plant (CCPP), pembangkit Listrik tenaga surya (PTLS) kapasitas 2,2 MWp, jaringan interkoneksi 150 Kv dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), jaringan distrubusi Listrik bawah tanah, dan 2.666 ha wilayah usaha ketene listrikan.
KCE melalui perusahaan patungan dengan PT Krakatau Posco, PT Kratakau Posci Energy (KPE) memiliki PLTGU kapasitas 200 MW. KCE melalui anak usahanya KSE juga membangun dan mengoperasikan stasiun pengisian kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan daya pengisian 11kW dan 7kW di aera SPBU Grogol dan Hotel Royale Krakatau, serta 6 SPKLU kapasitas 2x7 kW dan 1x7,5kW di Wisma Barito.
Kedua pilar logistic, perseroan anak usahanya, PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah maritim (MIM), ekspansi signifikan dalam bisnis logistik yang menyediakan jasa perkapalan untuk industri petrokimia, gas dan minyak bumi. Kapal-kapal yang dimiliki oleh CSI dan MIM dirancang secara khusus untuk mengangkut jenis barang tertentu, sehingga mampu memastikan keamanan produk yang diantarkan dapat tiba di tujuan sesuai dengan yang diinginkan oleh pelanggan.
Perseroan memiliki 7 kapal yang terdiri atas kapal pengangkut bahan kimia dan gas (chemical & gas vessel) dengan kapasitas berkisar antara 5.000 – 8.600 DWT. Perseroan melalui PT SCG Barito Logistics (SBL), entitas asosiasi, juga menyediakan jasa logistik darat, meliputi jasa antar pulau, jasa angkutan laut, jasa ekspor impor, dan jasa pengurusan kepabeanan serta manajemen pergudangan. SBL mengelola armada truk sebanyak 155 unit pada 2025.
Baca Juga
Danantara dan INA Bakal Guyur Investasi Rp 13 Triliun ke Pabrik CA-EDC Chandra Asri (TPIA)
Ketiga, pilar kepelabuhan dan penyimpanan dijalankan perseroan melalui anak usahanya PT Redeco Petrolin Utama (RPU) untuk menyediakan jasa operasi pelabuhan. Perseroan memiliki dua dermaga dengan panjang masing-masing 200 meter dan draft 10 meter, sehingga bisa digunakan untuk bersandara kapal kapasitas 35.000 DWT. RPU mengelola 72 tangku dengan kapaitas 130 ribu meter kubik, stasiun terpusat berbagai jenis truk tangka, dan layanan lainnya.
Keempat, pliar energi yang dijalankan melalui perusahaan asosiasi PT Krakatau Tirta Industri (KTI) yang menjalankan bisnis penyediaan dan pengelolaan ari bersih dengan kapasitas 1.800 liter per second water treatment plant. KTI menyuplai air kota Cilegon. Perseroan juga menyulai air untuk PDAM Gresik dengan kapasitas WTP 1.000 lps.
Prospektus tersebut mengungkap bahwa pilar energi masih menjadi penyumbang utama pendapatan dengan kontribusi sebanyak 73,26% terhadap total tahun 2024. Sisanya disumbangkan tiga pilar bisnis lainnya, seperti pilar logistic dengan sumbangan 5,50%, pilar kepelabuhan dan penyimpanan sebanyak 4,67%, dan pilar air mencapai 16,58%.
Hingga tahun 2024, Chandra Daya (CDIA) berhasil mencatatkan lompatan pendapatan menjadi US$ 102,25 juta, dibandingkan tahun 2023 mencapai US$ 75,76 juta. Laba tahun berjalan juga melambung dari US$ 1,88 juta menjadi US$ 32,69 juta.
Lepas 10% Saham
Chandra Daya (CDIA) dalam prospectus yang dirilis kemarin menyebutkan bahwa perseroan akan melepas sebanyak 12,48 miliar saham atau setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Kisaran harga penawaran ditetapkan dalam rentang Rp 170-190 per saham.
Masa penawaran awal saham CDIA akan digelar mulai hari ini hingga 24 Juni 2025. Target efektif IPO saham dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Juni, masa penawaran umum perdana saham ditargetkan 2-4 Juli, dan pencatan atau listing perdana saham di Bursa efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 8 Juli 2025. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi saham, yaitu PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT DCS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Henan Putihrai Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia.
Baca Juga
Siam Cement akan Lepas 10,57% Saham Chandra Asri (TPIA), Nilai Transaksinya bisa Segini
Manajemen CDIA menyebutkan bahwa seluruh dana yang diperoleh dari IPO saham setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham akan digunakan, pertama senilai Rp 871,75 miliar untuk penyetoran modal kepada anak usaha. Di antaranya, PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM).
Struktur Kepemilikian CDIA
CSI kemudian akan menggunakan dana tersebut sebagian penyetoran modal kepada Chandra Maritime International Pte. Ltd. (CMI) dan sisanya untuk pembelian kapal dan pembiayaan operasional. Dana yang diperoleh oleh CMI dan MIM akan digunakan untuk pembelian kapal dan pembiayaan operasional.
Perseroan juga mengalokasikan Rp 1,5 triliun dari dana IPO saham sebagai penyetoran modal kepada anak usaha pilar bisnis pelabuhan dan penyimpanan, yaitu PT Chandra Samudera Port (CSP). Dana kemudian digunakan CSP untuk penyertaan modal ke PT Chandra Cilegon Port (CCP). Adapun dana yang diperoleh oleh CCP akan digunakan untuk keperluan pembuatan tangki penyimpanan, pipa saluran ethylene, dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya.
CDIA merupakan perusahaan yang focus pada investasi infrastruktur di sektor energi, air, dan pelabuhan. yang bergerak di bidang infrastruktur yang mayoritas sahamnya dimiliki Chandra Asri (TPIA) mencapai 66,67% dan sisanya dikuasai Phoenix Power BV mencapai 33,33%.

