Tarif Impor CPO ke AS Dinego Jadi 0%, Pelaku Usaha Optimistis Ekspor Sawit RI Meroket
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk menurunkan tarif impor minyak sawit mentah (crude palm oil atau CPO) dari 19% menjadi 0%. Langkah ini mendapat sambutan positif dari kalangan pengusaha kelapa sawit nasional.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, menilai penghapusan tarif impor akan berdampak signifikan terhadap peningkatan ekspor CPO Indonesia ke pasar AS.
Baca Juga
Saat Harga CPO Terkonsolidasi, Intip Rekomendasi dan Target Saham Emiten Sawit Berikut
“Jika tarif impor menjadi 0%, ekspor CPO Indonesia ke AS bisa melonjak drastis, karena pangsa pasar kita ke sana saat ini sudah sangat besar, mencapai 89%,” ujar Eddy kepada investortrust.id, Senin (21/7/2025).
Eddy mencatat bahwa selama lima tahun terakhir, ekspor minyak sawit Indonesia ke AS menunjukkan volume yang tinggi. Pada 2023, ekspor mencapai 2,5 juta ton, meski turun menjadi 2,2 juta ton pada 2024. Namun, jika tarif berhasil diturunkan ke 0%, potensi ekspor bisa tembus 3 juta ton dalam dua hingga tiga tahun ke depan. “Dengan digarap serius, ekspor bisa tembus 3 juta ton ke AS. Ini peluang besar bagi industri sawit kita,” tambahnya.
Baca Juga
GAPMMI Apresiasi Keberhasilan Pemerintah dalam Negosiasi Tarif Dagang dengan AS
Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan bahwa selain CPO, pemerintah juga tengah menegosiasikan tarif impor komoditas unggulan lainnya seperti kopi, kakao, dan nikel ke AS. “Komoditas ini sangat dibutuhkan oleh AS dan sebagian besar hanya diproduksi Indonesia. Mudah-mudahan bisa diturunkan hingga 0%,” ujar Susiwijono di Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Upaya pemerintah menurunkan tarif impor ini dinilai strategis untuk memperkuat neraca perdagangan, meningkatkan nilai ekspor nonmigas, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, khususnya di sektor agribisnis dan pertambangan.

