Tarif Pungutan Ekspor CPO Diturunkan, Signal Positif untuk Sejumlah Saham Sawit Ini
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 62 Tahun 2024 Tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Kementerian Keuangan resmi menurunkan tarif pungutan ekspor produk kelapa sawit.
Perubahan utama pada regulasi terbaru ini adalah skema tarif satuan (single tariff), dibandingkan dengan tarif progresif pada peraturan sebelumnya. Untuk produk CPO, tarif pungutan ekspor yang dikenakan adalah 7,5% dari harga referensi CPO yang ditetapkan Kementerian Perdagangan.
Baca Juga
Bos Pengusaha Sawit Beberkan Biang Kerok Penurunan Ekspor CPO Indonesia
Skema tarif baru ini akan menurunkan pungutan ekspor yang dikenakan oleh pemerintah. Oleh sebab itu, menurut riset Stockbit Sekuritas, pada harga CPO saat ini di sekitar MYR3.925/ton, tarif pungutan ekspor yang akan dikenakan adalah US$70/ton, lebih rendah dibandingkan tarif US$95/ton berdasarkan peraturan sebelumnya.
Investment Analyst Lead Stockbit Edi Chandren menilai, tarif pungutan ekspor yang lebih rendah akan meningkatkan daya saing CPO dibandingkan minyak-minyak nabati lainnya, sehingga berpotensi meningkatkan permintaan dan memberikan dukungan (support) pada harga CPO. Hal ini akan berdampak positif terhadap emiten-emiten sawit, seperti PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
Baca Juga
Hari ini, sejumlah emiten sawit juga terpantau berada dalam zona hijau pada pukul 15.07 WIB. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) menguat 40 poin (4,91%) menjadi 855, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) naik 15 poin (1,81%) ke level 845, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) tumbuh 55 poin (5,64%) ke level 1030, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) melonjak 250 poin (3,86) menuju 6.725.
Oleh sebab itu, analis MNC Sekuritas Herditya T Wicaksana merekomendasikan beberapa saham, seperti trading buy untuk saham TAPG dengan support 825 dan target harga 875-890, trading buy saham DSNG dengan support 815 dan target harga 900-920, buy on weakness saham LSIP dengan support 960 dan target harga 1070-1105, serta buy if break saham AALI dengan support 6500 dan target harga 6825-7000.

