Negara Ini Menjadi Pasar Sawit Terbesar Kedua RI, Serap 4,83 Juta Ton Ekspor CPO
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono menegaskan, India menjadi pasar ekspor minyak sawit atau crude palm oil (CPO) Indonesia terbesar kedua setelah China. Selain India, pasar penting lainnya adalah Pakistan dan Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data yang dipaparkan Eddy, total ekspor minyak sawit Indonesia ke India pada 2024 mencapai 4,83 juta ton. Angka tersebut mengalami fluktuasi setiap tahun yang dipengaruhi oleh harga sawit global serta ketersediaan pasokan.
Baca Juga
Meski Produksi Stagnan, Sawit masih Jadi Andalan Neraca Dagang RI
"India ini adalah market yang sangat penting untuk palm oil Indonesia," ujar Eddy dalam diskusi virtual yang digelar Indef, Senin (22/9/2025).
Dia menjelaskan, pemerintah India tengah mendorong program produksi minyak nabati dengan menyiapkan lahan seluas 10 juta hektare (Ha). Namun, kebutuhan impor sawit India tetap tinggi, yakni sekitar 9 juta ton per tahun.
Dari total kebutuhan tersebut, setengahnya dipasok Indonesia sebesar 4,8 juta ton. Sementara sisanya, India mengimpor sawit dari Malaysia, Thailand, hingga Singapura.
Baca Juga
RI Negosiasi dengan AS, Targetkan Tarif 0% untuk Kopi, Kakao, Sawit hingga Nanas Kaleng
"Kalau kita lihat India impor palm oil dan palm kernel oil dari berbagai negara, namun dominan masih dari Indonesia. Pada 2023 dan 2024, total impor India mencapai hampir 9 juta ton, bahkan di 2022 dan 2023 sudah di atas 9 juta ton," jelas Eddy.
Eddy juga menyoroti kontribusi besar Indonesia terhadap produksi sawit dunia mencapai 57,49% dan menjadi yang terbesar di dunia. Malaysia berada di posisi kedua dengan kontribusi 24,61% terhadap sawit global.
"Artinya peran Indonesia sangat luar biasa, karena hampir 60% produksi minyak sawit dunia berasal dari Indonesia," tutup Eddy.

