Jelang Diakuisisi Investor Singapura, Laba Master Print (PTMR) justru Melorot
JAKARTA, investortrust.id – PT Master Print Tbk (PTMR) mencdatatkan penurunan laba bersih tahun berjalan sebanyak 48% menjadi Rp 1,45 miliar pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,79 miliar. Saat ini, pemegang saham pengendali tengah bernegosiasi untuk melepas 77,19% saham kepada investor baru.
Manajemen PTMR dalam rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, Senin (21/7/2025), penurunan laba tersebut berbanding terbalik dengan penjualan bersih yang justru melesat dari Rp 50,33 miliar menjadi Rp 63,32 miliar hingga semester I-2025. Sebaliknya laba operasional turun dari Rp 4,55 miliar menjadi Rp 3,08 miliar.
Baca Juga
Saham Master Print (PTMR) Melesat hingga Disuspensi, Ternyata Ada Informasi Penting
Penurunan laba tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, seperti lompatan beban umum dan administrasi dari Rp 7,12 miliar menjadi Rp 13,33 miliar. Begitu juga dengan beban pokok penjualan meningkat dari Rp 37,67 miliar menjadi Rp 46,97 miliar.
Sebelumnya, manajemen PTMR mengumumkan bahwa Deep Source Pte Ltd, perusahaan asal Singapura, tengah bernegosiasi untuk mengakuisisi sebanyak 1,47 miliar unit atau 77,19% saham Master Print (PTMR). Akuisisi tersebut bertujuan untuk pengembangan bisnis dan perluasan jaringan usaha ke Indonesia.
Baca Juga
Deep Source akan membeli seluruh saham PTMR yang dikuasai PT Mitra Pack Tbk (PTMP) dan Ardi Kusuma. Berdasarkan data registrasi pemegang saham, Mitra Pack menggenggam sebanyak 76,42% saham PTMR dan Ardi Kusuma bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 0,77% saham.
Hingga kini, perdagangan saham PTMR masih dihentikan sementara (suspensi) terhitung sejak 25 Juni 2025. Suspensi dilakukan setelah saham ini mengalami lompatan harga usai pengumuman negosiasi akuisisi mayoritas saham perseroan. Kenaikan saham PTMR mencapai 171% dari Rp 138 menjadi Rp 374 sepanjang Juni 2025.

