Listing di BEI, Saham Master Print (PTMR) Melesat 16,41%
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan distributor dan penyewaan barang industri pengemasan, PT Master Print Tbk (PTMR) resmi melantai dan menjadi perusahaan ke-36 yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024.
Dibuka dengan harga perdana Rp 128 per saham, saham PTMR langsung melesat 20 poin (16,41%) ke level Rp 149, sesaat setelah listing pukul 09.01, Selasa (8/10/2024).
Tercatat hingga 09.52 WIB saham PTMR ditransaksikan dengan frekuensi sebanyak 29.259 kali dan volume perdagangan saham sebanyak 245,64 juta lot, senilai Rp 36,39 miliar.
Sebelum listing, perseroan menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering dengan menerbitkan dan menawarkan sebanyak 435 juta lembar saham yang mewakili 22,81% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham.
Baca Juga
Master Print Patok Harga IPO Rp 128 per Saham, Berpotensi Raup Dana Rp 55,68 Miliar
Pada proses penawaran umum, saham Perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscription) sebanyak 20 kali lipat. Sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan saham PTMR sebagai salah satu saham syariah.
Dari hajatan IPO tersebut, Perseroan berhasil meraup dana segar senilai Rp 55,68 miliar di mana sekitar Rp 25,1 miliar dari hasil IPO tersebut akan digunakan untuk pembelian saham perusahaan terafiliasi Global Putra Kusuma (GPK) dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja seperti pembelian barang persediaan, penambahan dan pengembangan produk baru, pemasaran, dan marketing.
Direktur PT Master Print Tbk (PTMR) Cindy Kusuma mengatakan, pada era industri 4.0 ini, teknologi digital integrasi dan konektivitas sangat berpengaruh pada industri manufaktur ke depan. Selanjutnya transformasi ini berarti industri manufaktur juga akan bergerak ke arah smart manufacturing dengan proses dan informasi yang real time.
Baca Juga
Resmi Melantai di Bursa, Saham Verona Pictures (VERN) Menguat Tipis-Tipis
"Kami juga melihat perkembangan yang pesat dalam e-commerce dan pendukungnya seperti logistik dan distribusi. Sebagai negara yang berkembang pesat, kami melihat potensi memproduksi secara lokal berbagai kebutuhan pengemasan dan tentu kemudian mengintegrasikan ke ekosistem yang besar,” ujar Cindy Kusuma dalam seremoni pencatatan perdana saham PTMR di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Sebagai catatan, Perseroan melakukan kegiatan usahanya dengan mendatangkan (impor) barang-barang (mesin dan consumables) dari berbagai prinsipal dan memasarkan (menjual) barang-barang tersebut kepada para pelanggannya. Perseroan juga menyediakan jasa pemasangan, pelayanan purna jual, penyediaan suku cadang, serta pelayanan tertentu lainnya untuk mesin-mesin yang dijual dan/atau disewakan Perseroan. (CR-4)

