BEI: Buyback Saham Efektif Dongkrak Stabilitas Harga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai program pembelian kembali (buyback) saham yang dilakukan sejumlah emiten sejak indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah pasca pengumuman tarif Presiden AS Donald Trump pada awal April berkontribusi positif terhadap stabilisasi harga saham. Namun efektivitasnya untuk mempertahankan tren penguatan masih dipengaruhi sejumlah faktor.
"Kami melihat bahwa secara umum, buyback telah berkontribusi pada stabilisasi harga saham sejumlah emiten, meskipun tidak selalu langsung membalikkan tren penurunan yang akibat sejumlah faktor eksternal global," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy kepada media, Senin, (21/7/2025).
Baca Juga
BEI Optimistis Target Transaksi Rp 13,5 Triliun Tercapai, RNTH Terus Meningkat
Dia menjelaskan buyback merupakan mekanisme yang sah dan strategis bagi emiten untuk menjaga kestabilan harga sahamnya, terutama saat pasar mengalami tekanan yang tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.
Meski demikian, Irvan menekankan, efektivitas program ini dalam membalikkan harga saham sangat dipengaruhi oleh sejumlah hal, seperti skala buyback, kekuatan fundamental emiten, serta sentimen pasar secara keseluruhan. Dalam beberapa kasus, langkah buyback bahkan bisa memperkuat persepsi investor terhadap keyakinan manajemen akan prospek jangka panjang perusahaan.
"Di sisi lain, langkah ini tetap memperkuat persepsi pasar terhadap komitmen emiten dalam menjaga nilai perusahaan dan memperhatikan kepentingan pemegang saham," jelas Irvan.
Baca Juga
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan hingga akhir Juni 2025 sebanyak 35 emiten di pasar modal telah merealisasikan buyback saham tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Nilai buyback yang telah direalisasikan mencapai Rp 3,38 triliun.
Jumlah tersebut mencerminkan sekitar 14,98% dari total alokasi dana buyback yang disiapkan, yakni sebesar Rp 22,54 triliun. Sepanjang periode 20 Maret hingga 30 Juni 2025, terdapat 43 emiten yang telah mengumumkan rencana buyback tanpa RUPS, dengan total estimasi alokasi dana mencapai Rp 22,54 triliun.

