Strategi Simplifikasi Produk Dorong Kenaikan Yield Sektor Telko, Saham TLKM, ISAT, dan EXCL Layak Dilirik?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pergerakan harga saham tiga emiten telekomunikasi menunjukkan penguatan mengesankan dalam sepekan terakhir. Kenaikan tersebut juga ikut menopang lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 3,75% menjadi 7.311, bahkan sempat menyentuh tertinggi baru tahun ini level 7.401. Penguatan ini bakal berlanjut?
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, kenaikan tertinggi dicatatkan saham PT XLSmart Telecom Tbk (EXCL) mencapai 14,85% menjadi Rp 2.630. Penguatan selanjutnya ditorehkan PT Indosat Tbk (ISAT) mencapai 11,90% menjadi Rp 2.350. Terakhir kenaikan dibukukan saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebanyak 1,47% menjadi Rp 2.770. Sedangkan pergerakan year to date (ytd), saham EXCL meelsat 16,89%, TLKM sebanyak 2,59%, dan ISAT turun 1,26%.
Baca Juga
Usai Rilis Lompatan Laba Semester I, Sekuritas Ini Patok Potensi Cuan Saham Surge (WIFI) 152%
Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, beberapa hari lalu, mengatakan bahwa upaya operator telekomunikasi untuk menyederhanakan portofolio produk data mulai menunjukkan hasil positif. Laporan Price Tracker per Juli 2025 mengindikasikan bahwa langkah strategis tersebut berhasil mendorong peningkatan yield rata-rata, terutama dari segmen paket data volume tinggi sebagai penopang emiten ini di tengah konsolidasi pasar.
Anak usaha Telkom, Telkomsel, melalui merek Simpati mencatat lonjakan yield rata-rata hingga 31% MoM menjadi Rp 5.800 per GB setelah memangkas jumlah SKU dari 78 menjadi 61.
Indosat melalui Hutchison Tri turut mengikuti tren serupa dengan yield naik +8,2% MoM ke Rp 3.400 per GB usai penyederhanaan SKU dari 50 menjadi 44. IM3 justru yang melakukan langkah sebaliknya dengan menambah jumlah SKU di kisaran 5–20 GB tetap mendukung perbaikan yield. Di sisi lain, merek XL Smart mempertahankan struktur produk yang telah optimal sejak awal.
Selain itu, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa harga paket isi ulang relatif stabil sepanjang Juli 2025, kecuali Axis yang menaikkan tarif untuk beberapa paket unlimited berdurasi pendek sebesar 10–14%. Meskipun tidak ada kenaikan harga secara besar-besaran, operator mengalihkan strategi ke arah optimalisasi portofolio.
Baca Juga
Kinerja Moncer, Pengamat Ungkap Dividen Jumbo dan Digitalisasi Jadi Daya Tarik Telkom (TLKM)
Misalnya, terang dia, Telkomsel menarik produk 5G dan meluncurkan voucher internet baru dengan yield rata-rata Rp 5.700/GB serta paket Simpati TikTok seharga Rp 55.000 untuk 5GB atau setara dengan Rp11.000/GB. “Langkah ini mencerminkan kombinasi strategi monetisasi yield tinggi sekaligus mendorong konsumsi data di tengah kondisi makro yang menekan daya beli pelanggan,” tulis riset tersebut.
Di segmen internet tetap (broadband), Telkom melalui IndiHome memperkenalkan paket kecepatan tinggi 150 dan 200 Mbps serta menyederhanakan bundling layanan dengan telepon dan IPTV. Perubahan ini menargetkan segmen pelanggan berdaya beli tinggi atau bersaing langsung dengan penyedia fixed broadband swasta. Sementara itu, EZNet menaikkan tarif dari Rp 150.000 untuk 10 Mbps menjadi Rp 170.000 untuk 20 Mbps sebagai bagian dari strategi menstabilkan ARPU setelah sebelumnya turun -3,9% QoQ menjadi Rp 223.800 pada kuartal I-2025.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Sebut Batas 1 NIK 3 Nomor Perlu Dijamin agar Tak Hambat Pelayanan
Meski diperkirakan mencatat hasil kuartal II yang lemah, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, sektor telekomunikasi tetap undervalued dengan valuasi saat ini di 4,3x EV/EBITDA. Dukungan dari proses konsolidasi pasar serta percepatan perbaikan harga dan portofolio menjadikan sektor ini sebagai salah satu pilihan defensif yang menarik di tengah ketidakpastian makro.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan peringkat saham telekomunikasi dengan overweight dengan potensi rebound kuat pad semester II tahun 2025. BRI Danareksa merekomendasikan beli ketiga saham emiten telko tersebut, yaitu saham ISAT dengan target harga Rp 2.600, TLKM dengan target harga Rp 3.500, dan EXCL dengan target harga Rp 2.800.
Grafik Saham TLKM, ISAT, dan EXCL dalam Tiga Bulan

