Begini Prospek Terbaru Tiga Saham Telko, Pilih TLKM, ISAT, atau EXCL?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Persaingan antar emiten sektor telekomunikasi kian ketat pada paruh pertama 2025. Hal ini didasarkan laporan terbaru OpenSignal semester I-2025 bahwa PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) menunjukkan kinerja jaringan yang impresif dengan kecepatan unduh (download speed) mencapai 24,2 Mbps, mendekati dua pemain utama yaitu PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan pekan ini menyebutkan bahwa capaian ini memperkuat posisi ISAT dalam peta persaingan industri dan membuka peluang bagi perusahaan mencatat peningkatan pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) serta pertumbuhan valuasi saham ke depan.
Baca Juga
Meski IHSG Turun 0,47% Sepekan, 10 Saham Dipimpin KRYA justru Bikin Investor makin ‘Tajir’
Melalui merek dagang IM3, ISAT sukses memperluas dominasi jaringan ke luar wilayah inti (non-core areas). Hasil OpenSignal mencatat, IM3 menjadi pemimpin dalam kecepatan unduh, video, dan pengalaman gaming di wilayah Sumatera, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara dengan kecepatan hingga 29,2 Mbps.
Langkah strategis ini diperkuat oleh optimalisasi site, pengelolaan kuota data secara efisien, dan manfaat sinergi jaringan pasca-merger. Hal ini menunjukkan bahwa ISAT kini bukan hanya kuat di Jawa, tetapi juga semakin kompetitif di wilayah-wilayah yang sebelumnya didominasi oleh Telkomsel dan XL.
Sementara itu, Telkomsel (anak usaha TLKM) masih mempertahankan posisi teratas dalam pengalaman pengguna suara, jangkauan jaringan, dan performa gaming. Namun, kecepatan unduh stagnan dengan penurunan tipis sebesar 0,4% dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga
Rilis Versi Terbaru Sahabat-AI, Indosat (ISAT) Akan Fokus Garap Tiga Sektor Strategis Ini
Kinerja ini terjadi di tengah penurunan belanja modal TLKM, yang disebut sebagai bentuk optimalisasi jaringan dengan pendekatan topologi efisien (looping vs star), pemanfaatan infrastruktur fiber eksisting, dan efisiensi harga vendor. Meski demikian, investor mencermati potensi risiko underinvestment yang dapat memengaruhi daya saing jaringan ke depan.
XL Axiata (EXCL) mencatat performa jaringan yang relatif datar dalam laporan 1H25. Namun perusahaan berhasil mengejar pesaing dalam metrik kecepatan unggah dan reliabilitas jaringan. Penurunan capex menjadi 18% dari pendapatan sejak kuartal III-2024 menjadi indikasi pendekatan hati-hati selama masa integrasi merger yang masih berlangsung.
Didukung sejumlah faktor tersebut BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi Overweight saham sektor telekomunikasi Indonesia, seiring prospek pemulihan harga layanan data (industry price repair) dan valuasi menarik dengan EV/EBITDA hanya 4,2x. Saham ISAT tetap menjadi saham pilihan utama direkomendasikan Buy dan target harga Rp 2.600 per saham, berkat strategi jaringan yang seimbang, ekspansi agresif ke wilayah non-Jawa, serta potensi peningkatan ARPU yang menjanjikan bagi investor.
Grafik Ytd Saham TLKM, ISAT, EXCL

