Indosat (ISAT) Sebut Batas 1 NIK 3 Nomor Perlu Dijamin agar Tak Hambat Pelayanan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) mendukung inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) terkait pembatasan maksimal tiga nomor seluler untuk setiap Nomor Induk Kependudukan (NIK). Namun, pemerintah diminta harus realistis agar tidak membebani operasional maupun layanan pelanggan.
“Kita selalu mendukung inisiatif dari pemerintah. Tapi juga harus dilihat, apakah itu praktikal atau tidak,” kata Director & Chief Business Officer IOH, M. Danny Buldansyah di Jakarta, Rabu (9/7/2025).
Danny mencontohkan kasus penggunaan NIK secara kolektif dalam satu keluarga, di mana orang tua bisa saja menggunakan NIK-nya untuk mendaftarkan nomor anak-anaknya. Khususnya untuk kebutuhan akademik.
Baca Juga
Indosat Business Rilis Vision AI, Tawarkan Kamera Cerdas untuk Efisiensi dan Keamanan Bisnis
“Ibu-ibu kadang pakai satu NIK buat putra-putrinya. Belum lagi beliau punya dua sampai tiga nomor sendiri. Apakah itu praktis dibatasi?” tegas Danny.
Menurutnya, yang terpenting dari aturan ini bukanlah jumlah nomor, melainkan jaminan pertanggungjawaban dari setiap nomor yang teregistrasi. “Yang penting bahwa setiap nomor itu dipertanggungjawabkan pemiliknya. Itu aja intinya,” sambungnya.
Di sisi lain, Indosat berharap tujuan utama aturan ini benar-benar tercapai, yakni meminimalkan penyalahgunaan nomor seluler untuk penipuan, spam, dan kejahatan digital lainnya. Namun demikian, ia mengingatkan adanya konsekuensi biaya bagi operator dalam menerapkan sistem registrasi pelanggan.
“Sekarang ini registrasi itu jadi cost buat kita dari Dukcapil. Padahal kita hanya mengikuti aturan pemerintah,” tegasnya.
Baca Juga
Indosat Dukung Pemerintah Bangun Infrastruktur Blank Spot, tetapi...
Danny menilai nilai ekonomis dari proses registrasi sangat kecil bagi operator, namun tetap dikenakan beban biaya. “Buat kita nilainya kecil, tapi tetap di-charge. Ini yang kita minta agar pemerintah ikut dukung. Kalau registrasi pelanggan, ya digaransi jangan jadi beban,” sarannya.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini operator sudah mengeluarkan biaya hingga Rp 500 per registrasi, dan jumlah itu disebutnya berpotensi meningkat dua kali lipat seiring skema pembatasan baru. Meski begitu, Danny memastikan, Indosat siap menjalankan aturan baru asalkan ekosistem pendukungnya juga adil dan efisien.
“Kita tetap ingin semua berjalan baik. Tapi kebijakan ini juga harus disiapkan dengan matang supaya layanan ke pelanggan tidak terganggu,” pungkas Danny.

