Investor Asing Akhirnya Net Buy Rp 636,31 Miliar, Dua Saham Bank BUMN Ini Diborong
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing akhirnya berbalik merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 636,31 miliar, seiring dengan lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/7/2025), sebanyak 95 poin (1,32%) menjadi 7.287 dengan nilai transaksi Rp 12,16 triliun.
Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 183,03 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 159 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 139,89 miliar, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Rp 101,47 miliar, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 95,39 miliar.
Baca Juga
Dolar AS Perkasa Bikin Rupiah Ditutup makin Merosot Hari Ini
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 100,69 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 83,57 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 57,38 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 37,81 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 33,02 miliar.
Penguatan indeks hari ini didorong kenaikan saham emiten yang dikendalikan Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming Hanafia berkat kenaikan auto reject atas (ARA) saham DCII sebanyak 19,99% menjadi Rp 223.250. Indeks juga didorong penguatan saham emiten Prajogo, seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT), sebanyak 8,46% menjadi menjadi Rp 2.180.
Kenaikan juga ditopang lompatan saham sektor teknologi sebanyak 7,21% setelah saham DCII dan EDGE melesat. Selanjutnya saham sektor infrastruktur 2,54%, sektor transportasi 1,91%, sektor konsumer non primer 1,68%, sektor material dasar 1,02%, sektor keuangan 0,15%, dan sektor kesehatan 0,96%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry, property, dan energi.
Baca Juga
Spekulasi IPO Saham Tambang Emas CUAN Mencuat, Manajemen Ungkap Fakta Ini
Adapun saham dengan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA) hari ini adalah saham PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) naik 34,46% menjadi Rp 199, PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) sebanyak 34,26% menjadi Rp 145, dan PT Meri Riana Edukasi Tbk (MERI) naik 25% menjadi Rp 565.
ARA juga melanda saham PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) sebanyak 24,43% menjadi Rp 815, PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 24,84% menjadi Rp 392, dan DCII melesat 19,99% menjadi Rp 223.250. Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam adalah MORA turun 14,66% menjadi Rp 396, MFIN turun 14,56% menjadi Rp 880, SOTS melemah 12,23% menjadi Rp 244, PNSE turun 11,96% menjadi Rp 810, dan FITT melemah 9,52% menjadi Rp 266.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 51,55 poin (0,72%) menjadi 7.192 didukung penurunan BI Rate sebanyak 25 bps menjadi 5,25%. Meski demikian, pemodal asing masih melanutkan penjualan berish (net sell) saham mencapai Rp 1,09 triliun dengan penyumbang terbesar BMRI Rp 797,26 miliar, BBCA Rp 316,44 miliar, dan AMAR Rp 144,44 miliar.

