Investor Asing Akhirnya Net Buy Rp 459,14 Miliar, Tiga Saham Bank Ini Diborong
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing akhirnya merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 459,14 miliar setelah berhari-hari dilanda aksi jual. Net buy tersebut sejalan dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/7/2025), ditutup melesat sebanyak 42,07 poin (0,60%%) menjadi 7.047,44.
Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 439,05 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 74,86 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 71,59 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 47,11 miliar, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 43,05 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 197,86 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 36,68 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 32,08 miliar, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp 29,84 miliar, dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Rp 25,46 miliar.
Penguatan ini ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor infrastruktur 2,20%, sektor keuangan 1,14%, sektor industry 0,93%, sektor material dasar 0,70%, sektor energi 0,42%, dan sektor konsumer non primer 0,52%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer dan teknologi.
Sejalan dengan kenaikan IHSG tersebut, tujuh saham cetak penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham pendatang baru PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) naik 34,07% menjadi Rp 244, PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) naik 34,88% menjadi Rp 232, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebanyak 25% menjadi Rp 400, dan PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) naik 25% menjadi Rp 390.
ARA juga dicatatkan saham PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) dengan kenaikan sebanyak 24,79% menjadi Rp 2.190, saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) naik 25% menjadi Rp 260, dan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) naik 24,73% menjadi Rp 1.160. Sebaliknya penurunan dalam melanda saham CLAY turun 14,80% menjadi Rp 835, MFIN melemah 14,71% menjadi Rp 1.420, PMUI turun 14,38% menjadi Rp 131, UDNG turun 9,74% menjadi Rp 880, dan LMAX melemah 8,93% menjadi 51.
Baca Juga
Bitcoin Melesat ke Rekor Tertinggi Baru US$ 118.780, Reli Panjang di Depan Mata?
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 61,45 poin (0,88%) menjadi 7.005 dengan investor asing masih melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 394,18 miliar, terbanyak BBCA Rp 174,38 miliar, BMRI Rp 120,01 miliar, dan CUAN Rp 65,01 miliar.
Penguatan indeks kemarin ditopang kenaikan harga saham big bank, seperti BBRI menguat 5,16% menjadi Rp 3.870, BMRI naik 2,34% menjadi Rp 4.820, BBNI naik 2,75% menjadi Rp 4.110, BBCA naik 1,18% menjadi Rp 8.600. Kenaikan indeks juga didorong saham BREN dengan penguatan 2,09% menjadi Rp 6.100.
Sektor utama penopang kenaikan indeks datang dari penguatan saham sektor keuangann 1,86%, sektor energi sebanyak 1,64%, saham infrastruktur 1,84%, saham sektor material dasar naik 0,45%, sektor property 0,31%, sektor industry 0,27%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer 0,76% dan sektor kesehatan 0,02%. Di tengah kenaikan IHSG ini, sebanyak delapan saham cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu CHEK, MERI, COIN, IOTF, BLOG, CDIA, PSAT, dan AIMS.

