Usai Rilis Kinerja hingga Februari, Dua Sekuritas Ini Patok Target Tinggi Saham BCA (BBCA)
JAKARTA, investortrust.id – Sekuritas ini mempertahankan rekomendasi beli saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), seiring dengan keberhasilan perseroan mempertahankan kenaikan laba bersih bank only hingga Februari 2025 sebanyak 8% menjadi Rp 8,97 triliun. Bahkan, pertumbuhan laba BCA diperkirakan tertinggi di antara bank papan atas lainnya.
BCA juga mengumumkan NIM masih tetap kuat mencapai 5,9% hingga Februari 2025. Pendapatan bunga juga kuat mencapai 5% dari Rp 14,15 triliun menjadi Rp 14,86 triliun. Pertumbuhan kredit dan CASA masih berlanjut masing-masing 4%.
Baca Juga
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya menyebutkan bahwa realisasi laba tersebut sudah merefleksikan 15% dari target tahun ini. Perseroan juga menunjukkan biaya kredit (CoC) tetap stabil mencapai 0,4%, meskipun terjadi peningkatan provisi.
“Kami melihat bahwa kinerja BBCA sampai Februari netral dengan NIM tetap kuat dan biaya kredit tetap rendah sehingga bisa menghalaui peningkatan biaya operasional,” tutup riset harian BRI Danareksa Sekuritas yang diberikan analis Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.900.
Begitu juga dengan tim riset Verdhana Sekuritas yang tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengant arget harga Rp 12.600. Target harga tersebut menggunakan analissis DuPont dengan sejumlah parameter, seperti risk free rate 6,5%m equity risk premium 7,8%, beta 0,8, dan CAR adjusted ROAE sebanyak 24,5%. Target harga ini mengimplikasikan perkiraan PB sekitar 5,4 kali.
Baca Juga
Kedoya Adyaraya (RSGK) Umumkan Lompatan Laba 57,62%, Meski Sahamnya masih Disuspend
Terkait realisasi kinerja keuangan hingga Februari, Verdhana Sekuritas menyebutkan, pertumbuhan laba bersih BBCA diproyeksikan menjadi yang tertinggi, di antara seluruh bank besar. Hal ini didukung keberhasilan perseroan mempertahankan NIM 5,7% didukung kenaikan yields aset. Begitu juga dengan biaya dana terkendali dengan baik.
Perseroan juga menunjukkan biaya kredit terkendali sebanyak 40 bps yang mencerminkan kualitas aset bank masih baik. “Kami melihat bahwa realisasi BCA hingga Februari 2025 menunjukkan tren stabili meski kondisi ekonomi masih penuh tantangan,” tulisnya.

