Solusi Sinergi (WIFI) Eksekusi Dua Aksi Korporasi Bernilai Rp 8,4 Triliun, Dananya Untuk Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) bersiap menggelar dua aksi korporasi strategis dengan target penggalangan dana bernilai Rp 8,4 triliun. Aksi ini terdiri atas emisi obligasi senilai Rp 2,5 triliun dan penawaran umum terbatas (rights issue) sebesar Rp 5,9 triliun.
“Strategi pendanaan ini bukan sekadar langkah finansial, tetapi wujud nyata komitmen kami untuk mempercepat transformasi digital yang adil dan terjangkau,” ujar Direktur Utama Solusi Sinergi Digital Yune Marketatmo, Senin (23/6/2025).
Proses book building untuk penerbitan obligasi emiten yang dikendalikan Hashim Djojohadikusumo, adik dari Presiden Prabowo Subianto, (WIFI) mulai 12 Juni 2025 dan akan berlangsung hingga 25 Juni 2025. Selama penawaran dalam sepekan terakhir, permintaan investor tercatat tinggi dalam kurun waktu satu pekan.
Baca Juga
Meski Laba Melesat, Surge (WIFI) Pilih Bagikan Dividen Segini
“Hal ini mencerminkan tingginya antusiasme dan kepercayaan investor terhadap fundamental bisnis perusahaan dan prospek pertumbuhan jangka panjangnya,” ungkap Yune.
Perusahaan infrastruktur digital yang juga dikenal dengan nama Surge itu, menerbitkan obligasi dengan total nilai Rp 2,5 triliun untuk memperkuat pembiayaan ekspansi jaringan nasional berbasis infrastruktur digital.
Dana obligasi akan dimanfaatkan untuk mempercepat penyebaran jaringan broadband berbasis fiber-to-the-home (FTTH) di sepanjang Pulau Jawa. Caranya, memanfaatkan infrastruktur stasiun kereta api di lebih dari 390 titik yang saat ini tengah aktif digunakan oleh mitra lokal Surge.
Baca Juga
AS Kena Batunya Imbas Serang Iran karena Inflasi dan Harga Minyak Melonjak, Ini Penjelasan Pakar
Penerbit obligasi, yakni PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) merupakan entitas hasil joint venture antara Surge dan NTT East dari Jepang, di mana NTT East memiliki 49% saham.
“NTT East memberikan dukungan penuh terhadap penerbitan obligasi ini sebagai bagian dari strategi bersama untuk mempercepat pembangunan jaringan FTTH yang andal dan terjangkau di Indonesia,” sambung Yune.
Manajemen menilai, dukungan tersebut menjadi validasi penting atas tata kelola dan kualitas eksekusi proyek IJE.
Pernyataan Efektif
Di sisi lain, secara paralel, Surge telah mendapatkan Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) senilai Rp 5,9 triliun, efektif per 20 Juni 2025.
Dana hasil rights issue akan dialokasikan sepenuhnya sebagai penyertaan modal ke entitas anak perusahaan, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE). Sekitar 98,36% dari dana ini akan difokuskan untuk pembangunan lebih dari 4 juta sambungan FTTH di Pulau Jawa. “Ini menjadikan Surge sebagai salah satu penggerak infrastruktur digital paling inovatif di Tanah Air,” menurut Yune.
Baca Juga
Solusi Sinergi (WIFI) Gandeng Telkom (TLKM) dan TIF Sepakati Pengembangan Infrastruktur Ini
Manajemen yakin, langkah strategis itu dapat memperkuat posisi Surge sebagai pengubah permainan (game changer) dalam sektor infrastruktur broadband nasional. Dengan dana total sebesar Rp 8,4 triliun, Surge menargetkan penyelesaian 5 juta home pass/home connect hingga akhir Desember 2025.
Sambungan tersebut akan menjangkau hingga 40 juta rumah tangga di Indonesia dalam lima tahun ke depan. Memberikan nilai jangka panjang bagi investor melalui model bisnis yang berkelanjutan dan inklusif.
“Dengan dukungan dari pasar dan regulator, kami siap memperluas akses internet terjangkau dan berkecepatan tinggi bagi masyarakat luas, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham kami,” pungkasnya.

