Gelontorkan Dana Rp 4 Triliun, Perusahaan Telko Asal Jepang Berinvestasi di Anak Usaha Surge (WIFI)
JAKARTA, investortrust.id – Nippon Telegraph and Telephone East Corporation (NTT East), perusahaan telekomunikasi asal Jepang, menginvestasikan dana senilai Rp 4 triliun kepada PT Jaringan Infra Andalan (JIA), yaitu perusahaan yang dikendalikan PT Solusi Sinergi Digital (WIFI) atau Surge.
Melalui investasi tersebut NTT East akan bertindak menjadi pemegang 49% saham JIA dan sisanya dikendalikan perusahaan yang dikendalikan adik Presiden Prabowo Subianto, yaitu Hashim Djojohadikusumo.
“Perseroan bersama dengan NTT East telah menandatangani perjanjian pemegang saham pada 11 April 2025. Dalam perjanjian NTT East akan melakukan penyertaan saham di IJE,” tulis Direktur WIFI Shannedy Ong dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/4/2025).
Baca Juga
Bidik Dana Rp 5,89 Triliun, Surge (WIFI) Rights Issue 55,56% Saham
NTT East akan merealisasikan peningkatan modal (private placement) di IJE dengan menggelontorkan dana Rp 4 triliun. Setoran tersebut dalam bentuk tunai dan bentuk lainnya. “Dengan penandatanganan ini, NTT East resmi menjadi pemegang saham strategis JIE dengan kepemilikan 49% saham,” terangnya.
Bergabungnya NTT East sebagai pemegang saham IJE, manajamen Surge menyebutkan, bisa mendukung operasional perseroan, menyusul NTT East adalah perusahaan mutinasional bidang telekomunikasi yang berasal dari Jepang.
Selain menggelontorkan dan Rp 4 triliun, NTT East akan mendukung pengembangan usaha grup perseroan guna memberikan layanan internet dengan harga terjangkau kepada masyarakat Indonesia.
Baca Juga
Usai Adik Prabowo, Arwin Rasyid, dan Fadel Muhammad Masuk, Saham Surge (WIFI) Melesat hingga ARA
Sebelumnya, manajemen Surge akan menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan target dana Rp 5,89 triliun.
WIFI dalam prospectus ringkat yang diterbitkan di Jakarta kemarin menyebutkan bahwa perseroan akan menerbitkan sebanyak 2,94 miliar atau 55,56% saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 2.000 per saham. Setiap 4 saham lama berhak mendapatkan 5 saham HMETD.
Manajemen WIFI mengungkap bahwa senilai Rp 5,8 triliun dana rights issue tersebut akan digunakan untuk pembangunan jaringan fiber to the home (FTTH) sebanyak 4 juta homepass di Pulau Jawa. Pembangunan tersebut ditargetkan mulai kuartal II tahun ini.
Baca Juga
Menko Airlangga Dorong Pengembangan Perdagangan Indonesia-Turkiye hingga US$ 10 Miliar
Sedangkan sisa dana perolehan penerbitan saham baru tersebut dimanfaatkan sebagai modal kerja, termasuk namun tidak terbatas untuk biaya pembelian perlengkapan penunjang, biaya pengembangan layanan, biaya pemasaran, biaya pelatihan serta biaya overhead lainnya.
Pernyataan efektif penerbitan saham baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditargetkan pada 3 Juni. Sedangkan periode pelaksanaan HMETD ditargetkan pada 17-23 Juni 2025.

