Tarif Dagang Indonesia Diturunkan Trump, IHSG Diperkirakan Bertahan di ‘Resistance’ Kuat 7.150
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menguji level resistance kuat pada kisaran 7.150-7.200 pada perdagangan Rabu (16/7/2025).
“Hal ini seiring dengan penurunan tarif dagang dari AS (Amerika Serikat) untuk Indonesia menjadi 19% dari sebelumnya dikenakan tarif 32%. Investor juga menunggu pengumuman BI rate hari ini,” jelas Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman, Rabu (16/7/2025).
Baca Juga
Penjualan Melambat di Semester I, Bagaimana Dampaknya ke Saham Pakuwon Jati (PWON)?
Bila pun turun, level support IHSG hari ini diperkirakan bergerak dalam rentang 7.150-7.200. Sedangkan untuk ide perdagangan, BNI Sekuritas hari ini merekomendasikan saham BRMS, WIRG, KPIG, BKSL, PANI, dan BRIS. Dengan rincian sebagai berikut:
1. BRMS speculative buy dengan area beli di Rp 424-430, cutloss di bawah Rp 420. Target dekat di Rp 440-450.
2. WIRG speculative buy dengan area beli di Rp 89-90, cutloss di bawah Rp 88. Target dekat di Rp 94-96.
3. KPIG speculative buy dengan area beli di Rp 170, cutloss di bawah Rp 168. Target dekat di Rp 173-177.
4. BKSL buy on weakness dengan area beli di Rp 116-119, cutloss di bawah Rp 114. Target dekat di Rp 121-124.
5. PANI speculative buy dengan area beli di Rp14.200-14.525, cutloss di bawah Rp 14.100. Target dekat di Rp 14.700-15.200.
6. BRIS speculative buy dengan area beli di Rp 2.690-2.720, cutloss di bawah Rp 2.660. Target dekat di Rp 2.780-2.850.
Kemarin, IHSG kemarin ditutup naik 0,61%, tetapi disertai dengan net sell asing Rp 316 miliar. Dengan saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BREN, BRPT, ICBP, dan SSIA.
Baca Juga
Transaksi Saham KRAS, FITT, dan MFIN Dibuka Kembali, Dua Masuk FCA
Di hari yang sama, mayoritas indeks-indeks Wall Street mayoritas turun pada Selasa (15/7). Pelemahan tersebut karena kekhawatiran tentang inflasi AS dan laporan laba bank besar yang mengecewakan.
Sedangkan, Nasdaq menguat dan mencatatkan rekor baru, didorong kenaikan saham Nvidia. Dow Jones terkoreksi 0,98%, S&P 500 melemah 0,40%. Sementara, Nasdaq Composite naik 0,18%. Saham Nvidia melonjak setelah perusahaan menyatakan akan segera melanjutkan pengiriman GPU H20 ke China, yang sebelumnya sempat tertunda karena aturan ekspor AS.
Pasar Asia Pasifik bergerak beragam pada perdagangan pada Selasa (15/7). Investor Asia Pasifik tampaknya mengabaikan tarif yang naik-turun dari Presiden AS Donald Trump dan mencermati beberapa rilis data ekonomi dari China. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,55%, dan Topix menguat 0,09%. Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,41%, dan Kosdaq menguat 1,69%.

