Penjualan Melambat di Semester I, Bagaimana Dampaknya ke Saham Pakuwon Jati (PWON)?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membukukan penjualan marketing (marketing sales) property senilai Rp 603 miliar pada semester I-2025 atau turun 22% secara tahunan (YoY). Raihan ini baru memenuhi 39% dari estimasi yang ditetapkan BRI Danareksa Sekuritas sekitar Rp 1,53 triliun dan 34% dari target internal perusahaan mencapai Rp 1,80 triliun).
Realisasi tersebut juga lebih rendah dari rata-rata pencapaian marketing sales semester I berkontribusi sekitar 43%. Rendahnya pencapaian tersebut dipengaruhi marketing sales kuartal II-2025 yang lebih rendah hanya Rp 273 miliar, terkoreksi 29% Yoy dan 18% QoQ. Meski terdapat perbaikan tingkat serapan (take-up rate) di proyek kondominium seperti Pakuwon Mall Bekasi – Tower Bella dan Pakuwon Mall Surabaya – Tower Lancaster belum cukup mengimbangi pelemahan tajam di segmen rumah tapak.
Baca Juga
Tarif Trump dan Inflasi Tekan Wall Street, tapi Nasdaq Malah Cetak Rekor
Penurunan signifikan tercatat pada proyek Grand Pakuwon dengnan catatan pra-penjualan sebesar Rp 89 miliar pada semester I-2025, jauh di bawah capaian Rp 247 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Angka ini menunjukkan penurunan sebanyak 64% YoY. Sebaliknya penjualan property yang mendapatkan insentif pembebasan PPN meningkat signifikan, yaitu 59% property yang dijual berasal dari produk bebas PPN di kuartal I dan melonjak menjadi 95% di kuartal II.
Meski kinerja semester I-2025 di bawah ekspektasi, BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menyebutkan bahwa, tingginya kontribusi penjualan property produk bebas PPN diperkirakan tetap sebagai penopang pencatatan pendapatan pengembangan properti (property development revenue) perseroan tahun 2025.
Baca Juga
Transaksi Saham KRAS, FITT, dan MFIN Dibuka Kembali, Dua Masuk FCA
Sementara itu, segmen pendapatan properti investasi, terutama dari penyewaan ruang yang menyumbang sekitar 35% dari total pendapatan, diperkirakan tetap stabil. Hal ini ditopang oleh peningkatan tarif sewa di Pakuwon Mall Bekasi sejak awal kuartal II-2025. Kinerja juga akan didukung rencana soft launching proyek Kokas Fase 4 pada kuartal III-2025 yang diharapkan dapat mendukung marketing sales di semester II tahun ini.
Terbukanya potensi pembalikan arah tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham pengembangan properti ini dengan target harga Rp 640 per saham. Target ini mengacu pada diskon 58% terhadap RNAV.

