Trump Minta Bunga Diturunkan Segera, Rupiah Lanjut Menguat
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang ditransaksikan pada Jumat (24/01/2024) pagi menguat. Sentimen positif datang dari Presiden AS Donald Trump yang meminta suku bunga diturunkan segera, sehingga mata uang Garuda lanjut menguat terhadap geenback.
Berdasarkan data yang dirilis Yahoo Finance, nilai tukar rupiah menguat sebesar 70 poin atau 0,43% pada pukul 09.32 WIB, ke level Rp 16.204 per dolar AS.
"Katalis positif datang dari pidato Presiden Donald Trump dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos. Dalam pidatonya, Trump menyatakan agar suku bunga acuan segera turun, dan juga harus turun di seluruh dunia. Selain itu, Trump juga mendesak OPEC dan negara penghasil minyak lainnya agar menurunkan harga, guna mengurangi aliran pendapatan yang menurutnya mendanai konflik seperti Rusia-Ukraina," ujar analis pasar modal Reza Priyambada, di Jakarta, Jumat ini.
| Perkembangan rupiah terhadap USD berdasarkan kurs Jisdor BI dalam lima tahun terakhir, hingga 23 Januari 2025. Infografis: Diolah Riset Investortrust. |
Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk itu mengatakan, Trump menyarankan agar penurunan harga minyak dapat mengarah pada penyelesaian konflik yang cepat.
Baca Juga
Sentimen Positif Bursa Asia
Seruan Trump tersebut juga menjadi sentimen positif di mayoritas bursa Asia. "Pada Jumat pagi ini (saat laporan kami dibuat), bursa Asia diperdagangkan mayoritas menguat. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,36% dan indeks Kospi Korea Selatan mengalami penguatan 0,98%," kata Reza.
Untuk Bursa Efek Indonesia, ia memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak pada kisaran support pada level 7.182 dan resistance pada level 7.308 hari ini.
"Kemarin waktu AS (Jumat dini hari WIB), mayoritas indeks utama bursa AS ditutup menguat. Katalis positif datang dari pidato Presiden Donald Trump dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos," ucapnya.
Baca Juga
Bunga Surat Utang Indonesia Tertinggi di Kawasan, 2 Kali Filipina
Sementara itu, IHSG pada hari Kamis (23/1/2025) ditutup pada level 7.232.64, turun 0,34%. Pelemahan dipimpin oleh saham-saham properties & real estate mencapai 2,95% dan basic materials anjlok 1,06%.
"Sementara itu, kemarin, asing membukukan net buy sebesar Rp 14,56 miliar di pasar reguler, dengan saham-saham yang paling banyak dibeli seperti BBRI (Bank Rakyat Indonesia), BMRI (Bank Mandiri), BREN (Barito Renewables Energy), GOTO (GoTo Gojek Tokopedia), dan AADI (Adaro Andalan Indonesia). Sentimen negatif datang dari saham PANI (Pantai Indah Kapuk Dua) dan CBDK (Bangun Kosambi Sukses), di tengah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar," tuturnya.

