Saham Perbankan Sesi I Hari Ini Mendadak Anjlok Dipimpin BMRI, Ada Apa?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham-saham perbankan pelat merah mengalami tekanan jual signifikan pada perdagangan hari ini. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) tercatat mengalami koreksi harga cukup dalam. Padahal, akhir pekan lalu, investor asing sempat mencatatkan aksi beli di saham-saham sektor ini.
Data BEI sesi I menyebutkan bahwa saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melorot 5,03% menjadi Rp 4.720, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 3,35% menjadi Rp 3.750, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 4,07% menjadi Rp 4.010. Penurunan juga melanda saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebanyak 1,67% menjadi Rp 1.175 dan saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) melemah 2,88% menjadi Rp 2.700. Koreksi juga melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak 1,74% menjadi Rp 8.475.
Baca Juga
Bebas dari Perlakuan Khusus, Ini Saham Prajogo Pangestu Paling Berpeluang Masuk MSCI
Namun hari ini, tekanan jual justru diduga datang dari investor asing sendiri, meskipun data detail mengenai aliran dana asing belum tersedia secara resmi. Menurut analis pasar modal Panin Sekuritas, Reydi Octa, hal ini mencerminkan masih tingginya sensitivitas sektor perbankan terhadap keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).
“Investor cenderung wait and see menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan Juli ini. Sebagian besar pelaku pasar memprediksi BI belum akan memangkas suku bunga, mengingat ketidakpastian kondisi global yang masih tinggi,” ungkap Reydi kepada Investortrust di Jakarta, Senin (14/7/2025).
Sentimen negatif juga diperparah oleh tekanan eksternal, salah satunya kebijakan tarif ekspor 32% dari Amerika Serikat yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Agustus mendatang. Hal ini menambah beban terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang hari ini bergerak di bawah tekanan. Nilai tukar rupiah pun ikut melemah hingga menyentuh level Rp16.240 per dolar AS, mempertegas tekanan dari sisi makroekonomi.
Baca Juga
Investor Asing Akhirnya Net Buy Rp 459,14 Miliar, Tiga Saham Bank Ini Diborong
Di sisi lain, volume transaksi saham hari ini justru didominasi oleh saham-saham milik konglomerasi Prajogo Pangestu, seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Petrosea Tbk (PTRO). Lonjakan aktivitas pada saham-saham ini menandakan adanya potensi perpindahan (switching) dana jangka pendek hingga menengah ke sektor energi dan sumber daya alam.
“Bukan tidak mungkin investor melakukan rotasi portofolio dari sektor perbankan ke saham-saham energi milik grup Prajogo, melihat tren volume hari ini,” tambah Reydi.
Selain faktor tersebut, investor mengantisipasi rencana perombakan manajemen sejumlah bank pelat merah. Hal ini terlihat dari pengumuman resmi BMRI yang akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 4 Agustus dengan satu-satunya agenda perubahan pengurus perseroan.
Baca Juga
Target Harga
Semetnara itu, Sucor Sekuritas sebelumnya tetap memberikan pandangan positif terhadap performa keuangan dan saham perbankan ke depan, meskipun likuiditas dana masih ketat. Hal ini mendorong Sucor Sekuritas merekomendasikan beli saham BBNI dengan target harga Rp 5.700. Target ini mempertimbangkan outlook positif dalam jangka panjang. Target ini mempertibangkan perkiraan PB tahun sekitar 1,2 kali.
Begitu juga dengan saham BMRI dipertahankan dengan rekomendasi beli dengan target harga Rp 7.100 dengan rekomendasi beli. Target tersebut mengasumsikan PB tahun ini sekitar 14% dan ROE diperkirakan stabil sebanyak 21% tahun ini. Sucor Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 5.000. Sedangkan Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.000.
Grafik Saham Bank Hari Ini

