Bebas dari Perlakuan Khusus, Ini Saham Prajogo Pangestu Paling Berpeluang Masuk MSCI
JAKARTA, investortrust.id – Morgan Stanley Capital International (MSCI) membebaskan tiga saham Prajogo Pangestu dari perlakuan khusus atau exceptional treatment. Saham dimaksud adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Dengan perubahan yang berlaku di bursa saham Indonesia dan Taiwan pada Agustus 2025 itu, ketiga saham akan dievaluasi menggunakan MSCI Global Investable Market Indexes Methodology (GIMI).
Baca Juga
Emiten Prajogo Kerek IHSG Sesi I 0,52%, Sebaliknya Saham Sektor Keuangan Terjun
Head of Marketing, Strategy, and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi Kasmarandana menilai, keluarnya tiga saham Prajogo Pangestu dari perlakuan khusus, dapat mengantarkan salah satu saham emiten grup Prajogo Pangstu untuk masuk indeks MSCI.
“Kami berpandangan dengan tidak diberlakukannya exceptional treatment dalam peninjauan indeks MSCI periode Agustus 2025 membuka peluang besar untuk BREN masuk menjadi konstituen, dibandingkan PTRO dan CUAN,” ujar Audi melalui pesan singkat, Senin (14/7/2025).
Menurut dia, beberapa faktor dapat mendukung BREN untuk masuk MSCI, antara lain karena memenuhi free-float threshold sebesar 11,6% atau US$ 5,86 miliar adjusted, di atas batas MSCI yang senilai US$ 3 miliar.
Baca Juga
MSCI Ubah Metodologi, Peluang Saham BREN, CUAN, dan PTRO Masuk Indeks Agustus 2025 Terbuka?
Kemudian BREN menunjukkan likuiditas yang solid, dengan estimasi likuiditas rata-rata nilai transaksi harian (3M ADTV) berkisar Rp 282 miliar. Faktor ketiga adalah BREN tidak lagi dikecualikan oleh kebijakan MSCI.
“Meski demikian, kami melihat aturan free float MSCI dapat berbeda dengan BEI, beberapa saham publik dianggap tidak bebas diperdagangkan sehingga masih ada kemungkinan untuk tidak masuk dalam indeks,” catat Audi.
Sedangkan nasib CUAN, diperkirakan masih memiliki peluang masuk MSCI, seiring rencana stock split 1:10 pada 15 Juli 2025. Hal ini berpotensi meningkatkan likuiditas saham, yang menjadi syarat penting MSCI. Pasalnya, meski free float CUAN mencapai 15% namun nilainya masih di bawah syarat, yakni sebesar US$ 1,5 miliar dari batas US$ 3 miliar yang diterapkan MSCI.
Baca Juga
“Maka aksi stock split berpotensi mendorong nilai free float CUAN ke depannya, terlebih sebelum rebalancing pada Agustus 2025,” tegas Audi.
Selanjutnya, dia menilai, PTRO memiliki peluang paling rendah untuk masuk indeks MSCI dalam rebalancing pada Agustus 2025. Hal ini seiring dengan nilai free float PTRO yang sebesar US$ 0,5 miliar.
Sebagai rekomendasi, Audi memberikan peringkat beli (buy) pada saham BREN dengan target harga Rp 7.250. Begitu pula dengan saham CUAN yang direkomendasi beli untuk target harga Rp 15.500 atau Rp 1.550 setelah stock split. “Sementara, PTRO trading buy dengan target harga Rp 3.570,” pungkasnya.
Grafik Saham BREN, CUAN, dan PTRO dalam Lima Hari Terakhir

