Saham Emiten Prajogo Pangestu Anjlok Saat Penawaran Umum Saham Anak Usaha CDIA Dibuka, Ada Apa?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah saham emiten milik taipan Prajogo Pangestu melemah signifikan pada perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (2/7/2025). Koreksi ini terjadi bersamaan dengan dimulainya masa penawaran umum perdana saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), anak usaha Prajogo, yang berlangsung sepanjang 2-7 Juli 2025. Apakah ada pengalihan dana investor?
Berdasarkan data perdagangan sesi I, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun paling dalam sebesar 4,83% ke Rp 1.575, padahal sempat menyentuh Rp 1.710 di awal perdagangan. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga melemah 4,10% ke Rp 12.275, disusul PT Petrosea Tbk (PTRO) yang terkoreksi 2,20% ke Rp 2.670. Sementara itu, saham kapitalisasi besar seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga turun masing-masing 2,12% dan 0,75%.
Baca Juga
IHSG Sesi I Anjlok 0,91% Terpapar Sejumlah Saham Emiten Prajogo
CDIA telah mengantongi izin efektif IPO dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Juni 2025. Perseroan menawarkan 12,48 miliar saham atau setara 10% dari modal disetor dengan harga penawaran Rp 190 per saham. Target dana yang diraup mencapai Rp 2,37 triliun, menjadikannya IPO terbesar sepanjang 2025.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk penyetoran modal ke anak usaha di bidang energi dan logistik, seperti PT Chandra Shipping International (CSI), PT Marina Indah Maritim (MIM), serta PT Chandra Samudera Port (CSP).
Dengan total saham beredar sebanyak 124,82 miliar, kapitalisasi pasar CDIA diperkirakan mencapai Rp 23,17 triliun. Struktur kepemilikan perusahaan terdiri atas TPIA sebagai pengendali (60%), Phoenix Power (30%), dan publik (10%).
Baca Juga
Menyorot IPO CDIA: Kombinasi Pertumbuhan, Dividen, dan Strategi Investasi Jangka Panjang
Empat Pilar CDIA
CDIA mengelola empat pilar bisnis strategis:
1. Energi: Lewat PT Krakatau Chandra Energi (KCE), CDIA mengelola PLTU 120 MW, PLTS 2,2 MWp, serta PLTGU 200 MW melalui joint venture dengan PT Krakatau Posco. Juga membangun SPKLU untuk kendaraan listrik.
2. Logistik: CSI dan MIM mengoperasikan 7 kapal khusus angkutan petrokimia dan gas, serta entitas SBL mengelola 155 truk logistik darat.
3. Pelabuhan & Penyimpanan: RPU mengelola dua dermaga dan 72 tangki penyimpanan dengan total kapasitas 130.000 m³.
4. Air Bersih: Lewat PT Krakatau Tirta Industri (KTI), CDIA mengelola WTP 1.800 lps untuk Cilegon dan WTP 1.000 lps untuk PDAM Gresik.
CDIA mencatatkan pendapatan US$ 102,25 juta pada 2024, naik dari US$ 75,76 juta pada 2023. Laba tahun berjalan melonjak drastis dari US$ 1,88 juta menjadi US$ 32,69 juta, mencerminkan efisiensi dan ekspansi bisnis yang signifikan.
Grafik Saham Emiten Prajogo

