Saham Bank Mandiri (BMRI) Mendadak Anjlok 8%, Ternyata Karena Ini
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mendadak anjlok nyaris 8%, tepatnya 7,84%, menjadi Rp 4.700 hingga perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.40 WIB, Senin (14/4/2025). Investor saham terkena dividend trap?
Penurunan harga tersebut berbanding terbalik dengan tiga saham bank papan atas lainnya yang justru mencatatkan penguatan. Di antaranya, saham BBNI naik 2,28% menjadi Rp 4.490, BBRI naik 0,55% menjadi Rp 3.650, dan BBCA stagnan level Rp 8.275.
Baca Juga
Tumbuh 7,8%, Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Bersih Rp 3,6 Triliun per Februari 2025
Penurunan harga saham BMRI terbanyak dipicu atas berakhirnya cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi akhir pekan lalu, tepatnya Jumat (11/4/2025). Meski mengalami penurunan, investor masih mendapatkan cuan, karena selisih dividen Rp 466,18 per saham, dibandingkan dengan penurunan harga saham BMRI hari ini hanya mencapai Rp 400 per saham.
Sebelumnya, pemegang saham telah merestui pembagian dividen Bank Mandiri (BMRI) senilai Rp 43,51 triliun atau setara dengan Rp 466,18 per saham. Dividen itu akan dibagikan kepada pemegang saham pada 23 April 2025.
Baca Juga
Pemerintah Indonesia melalui Danantara selaku pengendali dengan kepemilikan 52% saham akan kebagian dividen bernilai Rp 22,62 triliun.
Meski anjlok usai cum dividen, Verdhana Sekuritas dalam risetnya tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 7.600 atau mengimplikasikan perkiraan risk free rate 6,5%.

