Summarecon (SMRA) Cetak Marketing Sales Sesuai Ekspektasi, Analis Ini Patok Target Harga Saham Tinggi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan penjualan marketing (marketing sales) properti senilai Rp 2,1 triliun sepanjang semester I 2025. Angka tersebut setara dengan 54% dari estimasi analis sebesar Rp 4,1 triliun untuk 2025.
Meski pencapaian ini sesuai dengan proyeksi BRI Danareksa Sekuritas, namun pencapaian tersebut masih di bawah target perusahaan sebesar Rp 5 triliun atau baru merefleksikan 43%.
Baca Juga
Emiten Prajogo Kerek IHSG Sesi I 0,52%, Sebaliknya Saham Sektor Keuangan Terjun
Berdasarkan riset yang dirilis oleh BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), marketing sales kuartal II-2025 tumbuh kuat sebesar R p1,3 triliun, naik 48% secara kuartalan dan 42% secara tahunan, menjadi sinyal pemulihan positif setelah kuartal sebelumnya dengan penjualan yang melemah.
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas
"Meski realisasi semester I sedikit di bawah rata-rata historis (44%), pemulihan penjualan kuartal kedua menandakan prospek yang lebih optimistis bagi SMRA," ujar analis BRIDS, Ismail Fakhri Suweleh, dalam risetnya.
Penjualan SMRA sepanjang semester I tahun ini masih didominasi oleh segmen rumah tapak (landed houses) dengan kontribusi sebanyak 70% terhadp total marketing sales. Salah satu proyek andalan adalah klaster Bellefont East di kawasan Serpong yang diluncurkan Juni 2025 dengan harga per unit Rp 3,8-7,5 miliar. Klaster ini terjual habis dengan nilai pra-penjualan mencapai Rp 250 miliar.
Baca Juga
IPO Anak Usaha Summarecon, Presdir SMRA: Antusiasme Tinggi, Kita Lihat Kondisi 'Market'
Tanda peningkatan marketing sales tersebut mendorong Ismail Fakhri untuk mempertahankan rekomendasi beli saham SMRA dengan target harga Rp 800.
Target harga tersebut merefleksikan diskon sekitar 81% terhadap perkiraan nilai aset bersih (RNAV). Dengan harga penutupan Rp 382 kemarin terbuka peluang penguatan hingga 109,42% atas saham pengembang property ini.

