Harga Bitcoin Sempat Turun Lagi ke US$ 107.000 Meskipun Arus Masuk ETF Besar-besaran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin sempat turun ke US$ 107.000 dan perlahan bangkit ke US$ 108.000-an pada Sabtu (5/7/2025) pagi waktu Indonesia meskipun ada arus masuk US$ 1 miliar ke ETF Bitcoin dari pemain utama seperti BlackRock dan Fidelity baru-baru ini.
Arus masuk baru-baru ini menyoroti minat institusional, bahkan saat harga Bitcoin turun. Dinamika pasar menunjukkan berkurangnya tekanan sisi jual dengan pemegang jangka panjang yang menahan pasokan.
Kekhawatiran muncul karena penurunan Bitcoin ke US$ 107.000 bahkan saat arus masuk ETF mencapai level yang signifikan. BlackRock dan Fidelity memfasilitasi pergerakan ini melalui penawaran spot Bitcoin ETF mereka.
Baca Juga
Institusi besar seperti BlackRock dan Fidelity menghasilkan arus masuk US$ 1 miliar, yang berdampak signifikan pada aktivitas pasar Bitcoin. Produk ETF sekarang mendominasi perhatian pengamat keuangan.
Harga Bitcoin yang lebih rendah berkorelasi dengan dinamika yang berkembang dalam investasi ETF. Meskipun terjadi aksi jual, pemegang jangka panjang menunjukkan sinyal retensi yang kuat, yang memengaruhi perilaku pasar.
Baca Juga
'Trader' Legendaris Peter Brandt Ramal Bitcoin Bakal Tembus US$ 140.000
Lanskap keuangan tetap responsif terhadap pergerakan institusional berskala besar. Pola historis menunjukkan konsolidasi lebih lanjut ke dalam Bitcoin, kontras dengan siklus aksi jual cepat sebelumnya di tengah kenaikan harga.
Berbeda dengan gelombang spekulasi ETF sebelumnya, konteks saat ini melibatkan komitmen institusional yang lebih langgeng. Fase-fase sebelumnya sering kali mendorong aksi jual cepat, tidak seperti tren saat ini yang mempertahankan kepercayaan pemegang.
Mengutip Kanalcoin, Sabtu (5/7/2025) menunjukkan minat institusional yang berkelanjutan, yang berpotensi mendorong BTC ke tingkat yang lebih tinggi. Retensi jangka panjang oleh pemegang utama menggarisbawahi pergeseran dalam strategi pasar, berbeda dari perdagangan jangka pendek. "Kategori ETF sekarang mendekati US$ 50 miliar dalam arus masuk, momentumnya menggelikan," kata Nate Geraci, Presiden The ETF Store.
Adapun harga Bitcoin kembali mengalami tekanan dengan turun 1,39% Sabtu pagi ini dalam 24 jam terakhir ke level US$ 108.200. Koreksi ini terjadi setelah sebelumnya BTC sempat menyentuh level tertinggi harian di sekitar US$ 109.620.
Penurunan harga turut menyeret kapitalisasi pasar Bitcoin turun sebesar 1,37% menjadi US$ 2,15 triliun. Volume perdagangan 24 jam juga tercatat melemah hingga 11,88% ke level US$ 44,06 miliar, mencerminkan penurunan partisipasi pelaku pasar menjelang akhir pekan.
Total pasokan Bitcoin saat ini berada di angka 19,88 juta BTC, mendekati batas maksimum suplai sebesar 21 juta BTC. Sementara itu, rasio volume terhadap kapitalisasi pasar tercatat 2,05%, menandakan aktivitas pasar yang masih moderat.
Secara teknikal, pergerakan harga menunjukkan tren penurunan sejak sesi perdagangan pagi waktu Asia, dengan titik terendah harian sempat menyentuh di bawah US$ 107.000 sebelum pulih tipis ke kisaran US$ 108.200.
Investor dan trader global kini menanti data ekonomi Amerika Serikat serta perkembangan seputar kebijakan suku bunga The Fed dan arah pasar ETF kripto sebagai penentu pergerakan harga selanjutnya.

