Harga Bitcoin Naik Imbas Melonjaknya Arus Masuk ETF Spot, Bisa ke US$ 105.000?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari 60 hari setelah mencatatkan kenaikan 5,5% pada hari Rabu (14/1/2026). Menilik data Coinmarketcap, Kamis (15/1/2026) pagi waktu Asia, harga koin nomor wahid tersebut sempat menyentuh US$ 97.860.
Pergerakan ini mengikuti arus masuk sebesar US$ 840 juta ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin spot pada hari Senin dan Selasa. Dengan Bitcoin yang mulai menguat, apakah kenaikan lebih lanjut menuju US$ 105.000 mungkin terjadi dalam waktu dekat?.
Kenaikan Bitcoin menuju US$ 97.000 kontras dengan terus melemahnya Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi, yang berulang kali gagal merebut kembali level US$ 26.000 yang terakhir terlihat pada awal November 2025. Sentimen investor tetap beragam, karena Bitcoin masih diperdagangkan 23% di bawah level tertinggi sepanjang masa US$ 126.219, sementara harga emas dan perak mencapai rekor tertinggi pada tahun 2026, menandakan permintaan yang lebih kuat untuk aset safe haven tradisional.
Menurut metrik delta skew opsi BTC, para trader profesional belum menunjukkan sentimen bullish, karena opsi put (jual) terus diperdagangkan dengan harga premium. Delta skew opsi BTC saat ini berada di angka 4%, tidak berubah dari minggu sebelumnya, menunjukkan persepsi risiko yang stabil meskipun terjadi reli di atas US$ 96.000 pada hari Rabu. Para trader tetap skeptis terhadap kenaikan berkelanjutan di atas level US$ 100.000.
Baca Juga
Bitcoin Menguat Pasca Rilis Data CPI AS, Bersiap Sentuh US$ 97.000?
Melansir Cointelegraph, Kamis (15/1/2026) tekanan geopolitik turut membatasi ruang kenaikan aset berisiko. Ketegangan meningkat setelah protes di Iran memicu ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump, serta kekhawatiran geopolitik lain terkait Greenland dan hubungan AS dengan negara mitra strategis. Situasi ini mendorong investor kembali ke aset aman, tercermin dari turunnya imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun ke level 3,51%.
Selain itu, kehati-hatian investor juga terlihat dari langkah Berkshire Hathaway yang meningkatkan posisi kas hingga US$ 381,7 miliar, di tengah ketidakpastian arah perkembangan kecerdasan buatan dan tekanan di sektor teknologi.
Baca Juga
Dengan meningkatnya ketidakpastian global dan menurunnya toleransi risiko, pelaku pasar dinilai masih akan menahan eksposur ke aset kripto. Data saat ini menunjukkan reli Bitcoin masih bersifat teknikal, sementara peluang menuju US$ 105.000 belum didukung sentimen fundamental yang kuat.
Untuk saat ini, fokus investor tetap tertuju pada risiko sosial politik yang lebih luas dan pada apakah Federal Reserve AS dapat mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa memicu kembali inflasi.

