Michael Saylor Isyaratkan Beli Bitcoin Meskipun NAV Anjlok
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Michael Saylor kembali memicu spekulasi bahwa perusahaannya, Strategy (sebelumnya MicroStrategy), tengah bersiap membeli lebih banyak Bitcoin (BTC), meskipun nilai aset bersih (net asset value/NAV) sejumlah perusahaan penyimpan Bitcoin sedang tertekan tajam akibat pelemahan harga kripto.
Dalam unggahan di platform X pada Minggu (19/10/2025), Saylor membagikan grafik dari Saylor Bitcoin Tracker yang menampilkan riwayat pembelian Bitcoin oleh Strategy. “Titik oranye terpenting selalu yang berikutnya,” tulisnya, dilansir dari CoinTelegraph, Senin (20/10/2025).
Grafik tersebut mencatat 82 kali pembelian Bitcoin dengan total kepemilikan Strategy mencapai 640.250 BTC senilai sekitar US$ 69 miliar pada harga saat ini, atau naik 45,6% dibandingkan harga rata-rata pembelian sebesar US$ 74.000 per BTC.
Baca Juga
BTC Tiba-tiba Anjlok Ke US$ 112.000, Michael Saylor Sebut Bitcoin “Jadi Membosankan” untuk Ritel
Unggahan ini segera memicu spekulasi di kalangan pelaku pasar bahwa pengumuman pembelian besar berikutnya mungkin akan segera dilakukan. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Saylor memang kerap membuat unggahan serupa sebelum mengumumkan pembelian resmi Bitcoin baru oleh perusahaannya.
Data dari BitcoinTreasuries.Net menunjukkan bahwa Strategy masih menjadi perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia, menguasai sekitar 2,5% dari total suplai Bitcoin yang beredar.
Baca Juga
Harga Bitcoin Naik Lagi, Michael Saylor Sebut BTC Lebih Menarik Dibanding Magnificent 7
Di posisi kedua terdapat MARA Holdings (Marathon Digital) dengan 53.250 BTC senilai sekitar US$ 5,7 miliar, disusul oleh XXI (CEP) dengan 43.514 BTC senilai US$ 4,7 miliar. Sementara itu, Metaplanet asal Jepang menempati posisi keempat dengan 30.823 BTC, dan Bitcoin Standard Treasury Company (CEPO) di posisi kelima dengan 30.021 BTC.
Selain itu, beberapa perusahaan publik Amerika Serikat (AS) seperti Riot Platforms, CleanSpark, Coinbase, dan Tesla juga masih mempertahankan posisi signifikan dalam kepemilikan Bitcoin. Secara keseluruhan, 15 perusahaan publik teratas kini menguasai lebih dari 900.000 BTC.

