BEI Juni 2025: IHSG 'Babak Belur' hingga Investor Asing Buang Saham Rp 8,02 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini atau 23-27 Juni 2025 kembali torehkan penurunan tipis 0,14% menjadi 6.897. Hal ini menjadikan IHSG sepanjang Juni 2025 megalami penurunan drastic sebanyak 3,87% dari 7.175 menjadi 6.897.
Penjualan bersih saham oleh pemodal asing juga turun drastic menjadi Rp 112,61 miliar pekan ini, dibandingkan pekan sebelumnya Rp 4,51 triliun. Namun net sell asing secara bulanan justru melesat menjadi Rp 8,02 triliun pada Juni, dibandingkan Mei dengan net buy Rp 5,53 triliun.
Penurunan indeks tersebut terseret pelemahan sejumlah saham big cap pekan ini, seperti saham DSSA, BREN, MDKA, ANTM, PTBA, dan BYAN. Sebaliknya saham yang menjadi bantalan indeks dari kejatuhan adalah AMMN, BMRI, TLKM, BNLI, BBRI, dan BRPT.
Baca Juga
Trump Siapkan Pengganti Powell, Pasar Antisipasi Pelonggaran Moneter Lebih Agresif
Penurunan tersebut juga sejalan dengan kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi turun 4,17%, sektor material dasar turun 1,52%, sektor consumer primer turun 1,40%. Sebaliknya kenaikan tertinggi melanda saham sektor keuangan 1,22%, sektor kesehatan 1,46%, dan sektor consumer non primer 0,48%.
BEI juga mencatatkan penurunan drastic penjualan bersih atau net sell saham oleh investor asing sepanjang pekan ini. Hal ini dipicu adanya crossing beli saham PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) melalui pasar negosiasi senilai Rp 3,72 triliun. Jika tidak memperhitungkan transaksi pasar negosiasi, pemodal asing masih mencatatkan net sell saham mencapai Rp 2,37 triliun. Berlanjutnya penjualan bersih tersebut menjadikan total net sell saham Juni oleh investor asing telah mencapai Rp 8,02 triliun. Sedangkan year to date (ytd) tercatat net sell sebanyak Rp 53,21 triliun.
Tiga saham dengan net sell terbanyak pekan ini, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 841,93 miliar, PT Alamtri Resource Indonesia Tbk (AADI) mencapai Rp 677,95 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 547,85 miliar. Sebaliknya tiga saham dengan catatan pembelian bersih (net buy) terbanyak adalah NOBU Rp 2,83 triliun, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 182,73 miliar, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 110,05 miliar.
Adapun sepanjang Juni 2025, net sell saham terbanyak melanda BBCA Rp 3,95 triliun, BBRI Rp 2,84 triliun, dan AADI Rp 1,21 triliun. Sebaliknya pembelian bersih (net buy) saham terbanyak bulan ini, yaitu NOBU Rp 2,83 triliun, ANTM Rp 1,22 triliun, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 591,19 miliar.
Baca Juga
Sentimen Global Membaik, Saham PGEO hingga TPIA Bisa Jadi Primadona Investor
Kemarin, IHSG BEI ditutup melesat 65,26 poin (0,96%) menjadi 6.897,40. Penguatan ini ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, yaitu sektor material dasar 1,42%, sektor keuangan 1,27%, sektor infrastruktur 0,91%, sektor property 0,70%, sektor consumer non primer 0,73%, dan sektor kesehatan 0,84%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor transportasi 1,62%.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan lomptan harga, yaitu saham PT Steady Safe Tbk (SAFE) cetak auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 34,44% menjadi Rp 242. Kenaikan juga melanda saham PT Remala Abadi Tbk (DATA) naik 13,56% menjadi Rp 1.340 dan PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) naik 13,33% menjadi Rp 153.

