Dibuka Anjlok, IHSG kini Bergerak di Bawah 6.900, Pelemahan bakal Berlanjut?
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/6/2025), dibuka anjlok parah lebih dari 90 poin (1,23%) menjadi 6.820. Penurunan dipicu atas penurunan seluruh sektor saham, khususnya saham big cap.
Mayoritas sektor saham melemah lebih dari 1% pagi ini, seperti material dasar, consumer non primer, property, industry, consumer primer, infrastruktur, teknologi, dan keuangan. Sedangkan penurunan di bawah 1% hanya melanda saham sektor tranportasi, kesehatan, dan energi.
Baca Juga
Meski IHSG Diprediksi Turun Hari Ini, 4 Saham Energi Ini justru Bisa Melesat
Meski IHSG terjungkal, saham PT Master Print Tbk (PTMR) kembali melesat sebanyak 20,83% menjadi Rp 290, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) naik 19,85% menjadi Rp 163, dan PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO naik 15% menjadi Rp 122. Sebaliknya penurunan dahsyat melanda saham IOTF, CINT, dan JATI.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bawhwa Secara teknikal,
IHSG membentuk pola bearish double bottom yang mengindikasikan potensi pelemahan lebih lanjut menuju level
6.882 dan 6.730.
Pekan lalu, IHSG ditutup anjlok sebanyak 258,93 poin (3,61%) menjadi 6.907. Pemodal asing juga mencatatkan penjualan bersih (net sell saham bernilai Rp 4,51 triliun. Tekanan indeks datang dari pecahnya konflik senjata Israel dengan Iran bersamaan dengan langkah The Fed yang kembali mempertahankan suku bunga.
Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan sebanyak 607 saham. Sisanya 203 saham ditutup stagnan dan hanya 150 saham yang catatkan penguatan. Sektor saham dengan penurunan terbesar dicatatkan saham sektor material dasar 5,69%. Penurunan lainnya melanda saham sektor industry, consumer non primer, consumer primer, hingga keuangan turun lebih dari 3%.
Baca Juga
Harga Melesat Signifikan, BEI Akhirnya Suspensi Saham ARCI dan ASPI
Berdasarkan data, penurunan IHSG BEI tertinggi kedua di Asean setelah indeks bursa Thailand dengan pelemahan 4,91%, disusul bursa Malaysia 1,01%, Filipina PSEi turun 0,87%, dan Strait Times Singapura melemah 0,72%. Sebaliknya bursa saham Vietnam perkasa dengan kenaikan 2,38% sepekan ini.
Di tengah penurunan signifikan IHSG tersebut, pemodal asing juga terpantau merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 4,51 triliun pekan lalu, dibandingkan pekan sebelumnya dengan pembelian bersih (net buy) mencapai Rp 1,30 triliun. Hal ini menjadikan net sell saham oleh investor asing sepanjang year to date (ytd) telah mencapai Rp 53,09 triliun.

